Chapnews – Ekonomi – Pasar modal Indonesia mengakhiri perdagangan Rabu (26/8/2026) dengan sentimen negatif yang kuat. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpaksa ditutup melemah signifikan, kehilangan 95,98 poin atau setara 1,48%, dan parkir di level 6.405. Penurunan ini menandai hari yang berat bagi para investor di Bursa Efek Indonesia.
Kondisi pasar mencerminkan tekanan jual yang dominan. Data penutupan menunjukkan, dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 599 saham ambruk ke zona merah, jauh melampaui 136 saham yang berhasil menguat. Sementara itu, 228 saham lainnya terpantau stagnan tanpa perubahan harga. Aktivitas perdagangan cukup ramai dengan total transaksi mencapai Rp17,9 triliun, melibatkan pertukaran 39,6 miliar lembar saham sepanjang hari.

Tak hanya IHSG, indeks-indeks utama lainnya juga turut terseret ke area negatif. Indeks LQ45 tergerus 1,46% menjadi 632, diikuti Indeks JII yang anjlok 1,66% ke level 387. Indeks IDX30 juga tak luput dari koreksi, turun 1,28% ke 353, dan Indeks MNC36 melemah 1,03% ke 275. Lebih lanjut, seluruh sektor industri yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) kompak mengakhiri hari di zona merah. Mulai dari energi, konsumer siklikal, industri, konsumer non siklikal, transportasi, keuangan, teknologi, kesehatan, infrastruktur, hingga properti, semuanya terpantau melemah.
Di tengah kelesuan pasar, beberapa saham berhasil mencatatkan kinerja cemerlang dan menjadi primadona (top gainers) pada penutupan perdagangan. PT Tempo Intimedia Tbk (TMPO) memimpin dengan kenaikan fantastis 34,76% ke harga Rp252 per saham. Disusul oleh PT Adhi Kartiko Pratama Tbk (NICE) dan PT Steady Safe Tbk (SAFE) yang keduanya melonjak 25%, masing-masing menutup perdagangan di harga Rp340 dan Rp615. Kenaikan signifikan saham-saham ini menjadi sorotan di tengah merahnya mayoritas papan perdagangan.


