Ads - After Header

Indonesia Gemilang! Swasembada Pangan Terjaga Hingga 2026

Ahmad Dewatara

Chapnews – Ekonomi – JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, mengklaim bahwa status swasembada pangan Indonesia diproyeksikan akan terus berlanjut sepanjang tahun 2026. Keyakinan ini didasari oleh peningkatan signifikan volume produksi domestik yang telah berhasil menopang kemandirian pangan nasional.

Amran mengungkapkan, delapan komoditas pangan strategis, termasuk beras, tercatat telah mencapai status swasembada. Bahkan, tiga di antaranya telah berhasil diekspor, menunjukkan kapasitas produksi yang melampaui kebutuhan dalam negeri.

Indonesia Gemilang! Swasembada Pangan Terjaga Hingga 2026
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Data terbaru per 1 Juli 2026 menunjukkan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) berada pada posisi yang sangat kuat, yakni 5,17 juta ton. Angka ini menjadi indikator penting dalam menjamin ketersediaan dan stabilitas pasokan pangan di seluruh Indonesia.

Mentan Amran, yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), menegaskan bahwa keberhasilan swasembada yang dicapai pada akhir tahun 2025 menjadi fondasi kokoh bagi pemerintah untuk mempertahankan kemandirian pangan tersebut sepanjang tahun 2026.

"Alhamdulillah, tepat di akhir Desember 2025, kita mencapai swasembada tercepat dan stok tertinggi selama 25 tahun. Ini kita umumkan, stok kita ini tertinggi selama merdeka sampai hari ini. Dulu pernah tahun 1984, stok kita 2,6 juta ton. Sekarang 5,18 juta ton," tutur Amran dalam keterangan resmi yang diterima chapnews.id, Minggu (5/7/2026).

Lebih lanjut, perkiraan Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan realisasi produksi beras nasional sepanjang tahun 2025 mencapai 34,7 juta ton, angka ini tetap melampaui pencapaian tahun sebelumnya. Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) juga mengestimasikan produksi beras Indonesia berada di kisaran 35 juta ton, sementara Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) memproyeksikannya sebesar 34,6 juta ton.

Dengan data kumulatif produksi yang impresif tersebut, Indonesia berhasil memantapkan posisinya sebagai produsen beras terbesar di wilayah ASEAN, sekaligus menempati peringkat kedua di tingkat global, menegaskan peran strategisnya dalam ketahanan pangan dunia.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer