Chapnews.id – Presiden Prabowo Subianto menunjukkan sinyal kuat penguatan ekonomi nasional melalui pertemuan strategis dengan para pelaku usaha. Dalam sebuah pertemuan yang berlangsung di Hambalang, Kabupaten Bogor, pada akhir Oktober 2026, Presiden menyambut hangat kehadiran sekitar 250 pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) dari seluruh penjuru tanah air.
Pertemuan ini bukan sekadar ajang silaturahmi biasa, melainkan menjadi momentum pembuktian stabilitas ekonomi Indonesia. Tak hanya para pengusaha senior, Presiden juga menyapa sekitar 400 peserta dari Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan Indonesia (P3MDI), yang diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi di masa mendatang.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, memaparkan capaian luar biasa hasil Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kadin tahun 2026. Salah satu poin paling mencolok adalah lonjakan angka Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang berhasil menyentuh angka fantastis, yakni hampir Rp2.000 triliun dalam kurun waktu dua tahun pertama masa pemerintahan Presiden Prabowo.
Anindya menegaskan bahwa angka triliunan rupiah tersebut merupakan indikator nyata dari meningkatnya kepercayaan para pelaku usaha terhadap arah kebijakan ekonomi nasional. Menurutnya, geliat investasi domestik ini tidak hanya datang dari korporasi besar, tetapi juga melibatkan partisipasi aktif dari pengusaha kelas menengah. Sinergi inilah yang dinilai menjadi benteng pertahanan ekonomi Indonesia dalam menghadapi badai ketidakpastian global yang terus membayangi dunia.
Lebih lanjut, Anindya mengungkapkan bahwa dunia usaha di Indonesia kini tengah bersiap melakukan transformasi besar-besaran. Kadin berkomitmen penuh untuk mendukung sektor-sektor industri masa depan yang memiliki nilai tambah tinggi. Beberapa sektor strategis yang menjadi fokus utama adalah pengembangan ekosistem kendaraan listrik (EV), pemanfaatan energi terbarukan, hingga pembangunan pusat data (data center).
"Kami tidak hanya bicara tentang industri yang ada saat ini, tetapi juga mempersiapkan industri masa depan. Sektor seperti kendaraan listrik, energi terbarukan, dan pusat data memiliki potensi besar dalam penggunaan komponen lokal," ujar Anindya dalam laporannya.
Hal ini sejalan dengan visi besar yang diusung dalam Rapimnas kali ini, yakni mengusung tema ekonomi kerakyatan namun tetap mampu membawa Indonesia bersaing di kancah dunia. Dengan memperkuat penggunaan komponen dalam negeri pada industri teknologi tinggi, Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga menjadi pemain kunci dalam rantai pasok global.
Melalui pertemuan ini, pemerintah dan pelaku usaha tampak semakin solid dalam membangun fondasi ekonomi yang mandiri. Kepercayaan investor domestik yang begitu besar menjadi modal berharga bagi pemerintah untuk terus menjalankan program-program pembangunan yang berkelanjutan demi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.

