Chapnews – Nasional – Gelombang demonstrasi kembali mengguncang ibu kota pada Jumat (12/6), ketika massa aksi mencoba menerobos barikade keamanan yang dipasang aparat di sekitar Dukuh Atas, Jakarta Pusat. Insiden saling dorong tak terhindarkan, menandai eskalasi ketegangan antara demonstran dan petugas gabungan yang berupaya menjaga ketertiban.
Menurut pantauan chapnews.id di lokasi, aparat gabungan dari unsur TNI dan Polri telah bersiaga sejak pukul 14.30 WIB, berupaya menghalau massa yang mayoritas adalah mahasiswa. Aparat secara tegas tidak mengizinkan massa untuk melanjutkan aksi menuju Bundaran HI, titik sentral yang sering menjadi lokasi demonstrasi besar. Beberapa kali, aksi dorong-dorongan sengit terjadi, di mana massa berupaya menembus garis pertahanan aparat.

Situasi sempat memanas ketika aparat terpaksa memukul mundur massa yang terus mendesak. Tindakan ini dibalas dengan lemparan botol air mineral dari arah kerumunan, menambah ketegangan di area tersebut. Di antara kerumunan, terlihat tidak hanya mahasiswa yang mengenakan almamater perguruan tinggi, tetapi juga kelompok massa lain yang tidak teridentifikasi dengan atribut akademik tertentu.
Salah satu kelompok mahasiswa yang aktif dalam aksi ini adalah Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI). Mereka membawa lima poin tuntutan utama yang ditujukan kepada pemerintah. Pertama, mendesak penghentian pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Kedua, menuntut penurunan harga kebutuhan pokok dan Bahan Bakar Minyak (BBM).
Tuntutan ketiga adalah penghentian program MBG serta pembangunan Koperasi Desa Merah Putih. Keempat, mereka menyerukan penghentian militerisme sipil. Terakhir, tuntutan kelima yang paling menyorot perhatian adalah desakan agar Presiden Prabowo Subianto tidak lagi mengelak dan mengakui kesalahan yang dilakukan pemerintah.


