Chapnews – Nasional – Banjir di Karawang semakin meluas, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang mengeluarkan imbauan penting bagi seluruh warga yang tinggal di dekat aliran Sungai Citarum dan Cibeet untuk segera mengungsi. Kondisi sungai yang terus meluap menjadi perhatian utama demi keselamatan warga.
Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, menyatakan pada Sabtu (24/1) dini hari bahwa status Sungai Citarum dan Cibeet telah mencapai level Awas. "Semua warga yang tinggal di dekat aliran sungai harus segera mengungsi," tegasnya. Pemkab Karawang bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) memastikan proses evakuasi warga di bantaran sungai berjalan lancar ke tempat-tempat aman yang telah disiapkan.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang, hingga Jumat (23/1) malam pukul 21.00 WIB, banjir telah meluas menjadi 20 kecamatan. Sebelumnya, banjir hanya melanda 13 kecamatan. Saat ini, sebanyak 9.650 rumah di 58 desa/kelurahan terendam banjir.
Jumlah warga terdampak mencapai 10.927 Kepala Keluarga (KK), terdiri dari 31.601 jiwa dewasa, 969 balita, 111 bayi, dan 599 lansia. Sebanyak 1.198 jiwa telah mengungsi di sejumlah titik pengungsian yang disediakan pemerintah daerah. Desa Karangligar menjadi wilayah dengan banjir terparah, dengan ketinggian air mencapai hampir dua meter.
Adapun 20 kecamatan yang terdampak banjir meliputi Karawang Timur, Karawang Barat, Rengasdengklok, Klari, Telukjambe Barat, Telukjambe Timur, Cilamaya Wetan, Cilamaya Kulon, Banyusari, Kotabaru, Tirtamulya, Jatisari, Telagasari, Tirtajaya, Rawamerta, Majalaya, Lemahabang, Purwasari, Tempuran, dan Kutawaluya.
Bupati Aep mengimbau seluruh masyarakat Karawang untuk mematuhi instruksi tim evakuasi di lapangan demi keselamatan bersama. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada BPBD, Kodim 0604, Polres Karawang, Yonif 305 Tengkorak, tim kesehatan, dan seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan bencana banjir ini.


