Ads - After Header

Karma Instan! Dokter UGM Dinonaktifkan Usai Cibir Pasien BPJS

Ahmad Dewatara

Chapnews – Nasional – Yogyakarta – Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) secara resmi menonaktifkan Elda Putri Rahardini, seorang dokter peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS), selama tiga bulan. Keputusan tegas ini diambil menyusul polemik komentar nirempati yang dilontarkan Elda di platform media sosial Threads, yang ditujukan kepada Yurizal Tri Chaerawan, seorang pasien BPJS Kesehatan yang belakangan dikabarkan meninggal dunia.

Juru Bicara UGM, I Made Andi Arsana, memastikan penonaktifan Elda pada Jumat (7/8) malam. "Keterangan dari Wakil Dekan FK-KMK, yang bersangkutan (Elda) dinonaktifkan selama tiga bulan untuk menjalani proses dengan semestinya," ujar Andi Arsana, tanpa merinci lebih lanjut hasil investigasi internal yang dilakukan FK-KMK terkait insiden tersebut.

Karma Instan! Dokter UGM Dinonaktifkan Usai Cibir Pasien BPJS
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Langkah serupa juga telah diambil oleh Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Sardjito. Dua hari sebelum keputusan UGM, pihak rumah sakit telah membekukan sementara stase atau praktik klinis Elda. Selama proses pemeriksaan berlangsung, Elda tidak diperbolehkan menjalankan praktik klinis di RSUP Dr. Sardjito, menunjukkan keseriusan pihak rumah sakit dan kampus dalam menanggapi dugaan pelanggaran etik ini.

Polemik ini berawal dari curhatan Yurizal Tri Chaerawan melalui akun Threads miliknya, @yurizaltrich, pada pertengahan Juli lalu. Dalam unggahannya, Yurizal mengeluh harus menunggu hingga delapan jam tanpa kepastian mendapatkan ruangan untuk perawatan. Ia memilih untuk tidak mengungkap nama rumah sakit tempat ia berobat, hanya menyebutkan bahwa ia mendaftar melalui BPJS Kesehatan.

Alih-alih mendapatkan simpati, unggahan Yurizal justru memancing berbagai komentar negatif dan merendahkan. Sejumlah akun, yang kemudian teridentifikasi sebagai tenaga kesehatan atau dokter, merespons sinis. Salah satu komentar yang paling disorot berasal dari akun @erudarahaadini, yang belakangan diketahui milik Elda Putri Rahardini, seorang dokter yang bertugas di RSUP Dr. Sardjito.

Setelah identitasnya terungkap dan menjadi sorotan publik, Elda menyampaikan permintaan maaf dan mengakui bahwa komentarnya tidak pantas. Situasi semakin memanas ketika Yurizal Tri Chaerawan dikabarkan meninggal dunia pada Sabtu (1/8), membuat unggahannya kembali viral dan memicu gelombang kemarahan publik terhadap komentar-komentar nirempati tersebut.

Tidak hanya Elda, sejumlah tenaga kesehatan lain yang turut melontarkan cibiran kepada Yurizal juga telah menyampaikan permohonan maaf. Kasus ini kini dalam penanganan Konsil Kedokteran Indonesia (KKI), yang tengah menginvestigasi dugaan pelanggaran etik serius. Sejauh ini, setidaknya 10 nama dokter dan perawat telah diidentifikasi dalam proses investigasi, dan jumlah ini berpotensi bertambah seiring berjalannya pemeriksaan.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga turut menyatakan keprihatinan atas insiden ini. Pemerintah mengingatkan seluruh tenaga medis dan kesehatan untuk senantiasa menjaga etika dan profesionalisme, termasuk dalam penggunaan media sosial. Hal ini ditekankan demi menjaga kepercayaan publik terhadap profesi kesehatan dan memastikan pelayanan yang berlandaskan empati.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer