Ads - After Header

KBPP Polri Bongkar Rahasia Damai Aceh Pasca Insiden Bendera!

Ahmad Dewatara

Chapnews – Nasional – Jakarta – Insiden sensitif penurunan bendera Merah Putih dan pengibaran bendera bulan bintang di Aceh saat peringatan Hari Damai Aceh ke-21 baru-baru ini mendapat sorotan tajam. Namun, di tengah potensi konflik, Ketua Umum PP Keluarga Besar Putra Putri (KBPP) Polri, AH Bimo Suryono, secara khusus memuji langkah strategis pemerintah dan aparat keamanan yang dinilai berhasil menjaga kedamaian melalui pendekatan persuasif.

Menurut Bimo, situasi di Aceh memiliki tingkat kerentanan tinggi, mengingat insiden tersebut melibatkan simbol negara dan sejarah panjang konflik di wilayah tersebut. Meski demikian, ia mengapresiasi kematangan pemerintah dan Polri yang tidak serta-merta mengambil tindakan represif. "Saya melihat pemerintah dan Polri menunjukkan kematangan dalam menangani persoalan Aceh. Tidak semua persoalan harus dijawab dengan kekerasan. Pendekatan persuasif yang tepat justru dapat menjaga situasi tetap kondusif tanpa mengorbankan kewibawaan negara," ujar Bimo kepada awak media, Rabu (19/8).

KBPP Polri Bongkar Rahasia Damai Aceh Pasca Insiden Bendera!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Bimo juga menekankan pentingnya penyelidikan profesional apabila terbukti ada pihak yang sengaja menggerakkan massa atau memanfaatkan momentum untuk kepentingan tertentu. "Dengan demikian, perdamaian Aceh tetap terjaga, sementara proses hukum tetap berjalan berdasarkan fakta dan bukti," imbuhnya. KBPP Polri, lanjutnya, siap mendukung upaya pemerintah dan Polri dalam menjaga stabilitas nasional, sekaligus mengajak masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dan bersama menciptakan suasana aman.

Peristiwa yang dimaksud terjadi pada Sabtu, 15 Agustus lalu, di mana massa terlihat menurunkan bendera Merah Putih dan menggantinya dengan bendera bulan bintang di tiang pekarangan Masjid Raya. Tak hanya itu, di Pendopo Gubernur, lambang burung Garuda dicopot dan bendera Merah Putih diganti dengan bendera serupa. Lima orang sempat diamankan namun kemudian dilepaskan kembali.

Menanggapi insiden tersebut, Kapolda Aceh Irjen Ruddi Setiawan mengonfirmasi bahwa penyelidikan masih berlangsung, namun ia memastikan kondisi Aceh kini sudah kembali kondusif. "Terkait kejadian kemarin, Polda Aceh sedang melakukan penyelidikan. Pada saat Hari Damai, Alhamdulillah walau ada hal yang tidak kita inginkan, namun terima kasih, itu tidak lama, langsung kondusif," jelas Ruddi seperti dikutip chapnews.id.

Senada, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Polhukam) Yusril Ihza Mahendra turut menyerukan agar semua pihak menjaga ketenangan dan kedamaian di Aceh. Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga menegaskan bahwa situasi di seluruh wilayah Aceh pasca-insiden tersebut telah terkendali.

Di luar konteks Aceh, Bimo Suryono juga memberikan apresiasi terhadap respons cepat pemerintah dan aparat dalam penanganan bencana gempa dan tsunami di Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia juga menyoroti keterbukaan pemerintah dalam mengevaluasi program-program strategis seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa, dan Sekolah Rakyat, menunjukkan komitmen untuk perbaikan berkelanjutan.

"Kita boleh berbeda pendapat, tetapi jangan sampai perbedaan membuat bangsa ini terpecah. Pemerintah bekerja, TNI-Polri menjaga, dan masyarakat ikut mendukung serta mengawasi. Inilah kekuatan Indonesia," pungkas Bimo, menegaskan pentingnya sinergi untuk menjaga keberhasilan dan terus memperbaiki kekurangan.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer