Chapnews – Ekonomi – Komisi IX DPR RI menyoroti pengunduran diri Nanik S. Deyang dari posisi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) pada Rabu (22/7/2026). Meskipun menghormati keputusan tersebut yang didasari alasan kesehatan, DPR mendesak pemerintah untuk segera menunjuk pimpinan definitif guna menjamin kelangsungan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang krusial bagi jutaan rakyat Indonesia.
Anggota Komisi IX DPR, Nurhadi, menyampaikan doa agar Nanik lekas pulih dari penyakit jantung yang mengharuskannya berobat ke luar negeri. "Kesehatan adalah hal utama. Kami mendoakan agar Ibu Nanik segera diberikan kesembuhan dan dapat kembali beraktivitas seperti sedia kala," ujar Nurhadi kepada wartawan. Informasi yang beredar di chapnews.id menyebutkan bahwa Nanik telah menyampaikan langsung pengunduran dirinya kepada Presiden, terkait rencana pengobatan tersebut.

Namun, Nurhadi menekankan bahwa kekosongan kepemimpinan di BGN tidak boleh mengganggu jalannya Program MBG. Program ini, menurutnya, adalah tulang punggung pemenuhan gizi bagi jutaan anak, ibu hamil, ibu menyusui, dan kelompok rentan lainnya di seluruh Indonesia. Stabilitas kepemimpinan dan tata kelola yang pasti sangat esensial untuk menjaga keberhasilan program vital ini.
"Komisi IX DPR RI meminta pemerintah segera memastikan adanya pimpinan definitif yang memiliki kapasitas, integritas, dan mampu menjaga kesinambungan program agar tidak terjadi kekosongan dalam pengambilan keputusan," tegas Nurhadi.
Penunjukan pimpinan baru ini menjadi sangat mendesak mengingat BGN menghadapi berbagai tantangan besar. Mulai dari penguatan tata kelola, peningkatan kualitas makanan, pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), hingga memastikan akuntabilitas penggunaan anggaran negara yang nilainya sangat besar. Tanpa kepemimpinan yang kuat dan stabil, dikhawatirkan program-program strategis BGN, khususnya MBG, akan terhambat dan berpotensi merugikan masyarakat luas.


