Ads - After Header

Lulusan Bisnis Terancam AI? Kurikulum Wajib Berubah!

Ahmad Dewatara

Chapnews – Ekonomi – JAKARTA – Perguruan tinggi di Indonesia didesak untuk segera merevolusi kurikulum pendidikan bisnis mereka. Tuntutan ini muncul seiring pesatnya perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), yang menuntut lulusan memiliki keterampilan relevan dan adaptif terhadap kebutuhan industri. Mantan Menteri Ignasius Jonan dan CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi menjadi suara terdepan dalam seruan perubahan fundamental ini, seperti dilaporkan oleh chapnews.id pada Minggu, 23 Agustus 2026.

Ignasius Jonan menekankan bahwa transformasi ini harus dimulai dari penguatan peran praktisi di lingkungan akademik. Menurutnya, setidaknya sepertiga dari pengajar, khususnya di program pascasarjana, idealnya berasal dari kalangan profesional yang memiliki pengalaman langsung dan relevan dengan sektor industri. Praktisi ini dapat mengisi posisi dosen pengampu mata kuliah inti atau sebagai asisten pengajar, membawa perspektif dunia kerja langsung ke ruang kelas dan menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik.

Lulusan Bisnis Terancam AI? Kurikulum Wajib Berubah!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Lebih lanjut, Jonan juga menyoroti pentingnya peningkatan kesejahteraan tenaga kependidikan (Tendik) sebagai pilar utama menjaga mutu pendidikan. "Sistem pendidikan yang unggul tidak dapat berjalan tanpa kesejahteraan pengelola yang layak. Jika penghasilan dan kompensasi tidak mendukung, kualitas yang ditargetkan mustahil tercapai," tegas Jonan. Ia bahkan merekomendasikan London Business School sebagai salah satu rujukan global dalam memperkuat tata kelola dan kualitas pendidikan tinggi di Tanah Air, menunjukkan perlunya standar internasional dalam pengelolaan institusi pendidikan.

Senada dengan Jonan, CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi, menggarisbawahi perlunya kurikulum yang berorientasi pada kesiapan kerja (job readiness) dan penguatan keterampilan nonteknis (soft skills). Menurut Neneng, dengan kemudahan akses informasi dan teori melalui AI, kemampuan interpersonal, pemikiran kritis, serta adaptabilitas menjadi aset tak ternilai bagi para lulusan. Keterampilan-keterampilan ini, yang sulit digantikan oleh teknologi, akan menjadi pembeda utama di pasar kerja yang semakin kompetitif.

Transformasi pendidikan bisnis bukan lagi pilihan, melainkan keharusan mendesak. Dengan melibatkan praktisi secara aktif, memastikan kesejahteraan tenaga pengajar, dan fokus pada pengembangan soft skill yang tak tergantikan oleh teknologi, perguruan tinggi diharapkan mampu mencetak generasi penerus yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga tangguh, adaptif, dan relevan di tengah dinamika industri masa depan.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer