Ads - After Header

Masa Depan Gas Melon Segera Berakhir

Ahmad Dewatara

Chapnews.id – Pemerintah Indonesia tengah menyiapkan langkah besar dalam mengubah peta konsumsi energi nasional. Salah satu rencana ambisius yang tengah digodok adalah penghentian penggunaan LPG 3 kilogram atau yang lebih akrab dikenal masyarakat sebagai "gas melon". Sebagai gantinya, pemerintah akan mengalihkan pemenuhan kebutuhan energi rumah tangga melalui pembangunan jaringan gas (jargas) pipa langsung ke hunian warga.

Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata untuk memangkas ketergantungan negara terhadap impor LPG yang selama ini membebani anggaran belanja negara. Berdasarkan data yang dihimpun, sekitar 80 hingga 85 persen kebutuhan LPG 3 kilogram di Indonesia masih harus didatangkan dari luar negeri melalui jalur impor. Kondisi ini tentu menjadi tantangan besar bagi ketahanan energi nasional jika tidak segera ditangani dengan transformasi sistem distribusi.

Masa Depan Gas Melon Segera Berakhir
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Dony Oskaria, mengungkapkan bahwa transformasi ini akan dimulai dengan merombak model bisnis PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS). Perusahaan pelat merah tersebut nantinya akan difokuskan untuk memperkuat sektor midstream (penyaluran) dan downstream (distribusi akhir).

"Kami akan mengubah model bisnis PGN agar lebih fokus pada sektor midstream dan downstream. Target utamanya adalah menyalurkan gas langsung ke rumah-rumah warga melalui pipa, sehingga penggunaan gas melon tidak lagi diperlukan," ujar Dony dalam acara Investor Daily Summit 2026 di Jakarta, Kamis (8/10/2026).

Dony memberikan gambaran bahwa sistem distribusi gas di masa depan akan menyerupai sistem distribusi air bersih melalui PAM. Jika selama ini masyarakat harus membeli tabung gas secara berkala di agen atau toko, nantinya gas akan mengalir secara otomatis melalui instalasi pipa yang terhubung langsung ke dapur rumah tangga. Hal ini diharapkan dapat memberikan kepastian pasokan dan efisiensi biaya bagi masyarakat luas.

Selain pembangunan infrastruktur pipa, pemerintah juga tengah menjajaki opsi lain untuk mempercepat transisi ini, yakni melalui penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) atau gas alam terkompresi. Saat ini, pemerintah sedang melakukan tahap uji coba untuk mengemas CNG dalam ukuran yang serupa dengan tabung LPG 3 kilogram. Inovasi ini diharapkan dapat menjadi solusi transisi sebelum jaringan pipa gas menjangkau seluruh wilayah pemukiman secara merata.

Transformasi energi ini merupakan bagian dari agenda jangka panjang pemerintah untuk menekan defisit neraca perdagangan akibat impor energi. Dengan beralih ke jaringan gas domestik, Indonesia tidak hanya dapat menghemat devisa negara, tetapi juga menciptakan sistem energi yang lebih stabil, terukur, dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat. Melalui kebijakan ini, ketergantungan pada komoditas impor diharapkan dapat ditekan secara signifikan dalam beberapa tahun mendatang.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer