Chapnews.id – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia tengah menyiapkan langkah besar untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional melalui integrasi sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan ekosistem Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Langkah strategis ini dirancang untuk menciptakan rantai pasok yang lebih solid dan efisien, menghubungkan produsen skala besar dengan jaringan ekonomi di tingkat akar rumput.
Dalam skema yang tengah disusun, Kadin memposisikan diri sebagai katalisator sekaligus jembatan penghubung. Tujuannya adalah memastikan arus distribusi barang dari sektor manufaktur dapat menjangkau pelosok desa secara optimal melalui jaringan koperasi rakyat. Dengan adanya integrasi ini, diharapkan pertumbuhan ekonomi tidak hanya berpusat di kota-kota besar, tetapi juga merata hingga ke wilayah perdesaan.

Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Koperasi dan UMKM Kadin Indonesia, Nurdin Halid, menegaskan bahwa peran Kadin sangat krusial dalam menjembatani kesenjangan antara produsen industri dengan kebutuhan masyarakat desa. Menurutnya, sebagian besar produk kebutuhan pokok atau sembako diproduksi di pabrik-pabrik besar, bukan di wilayah perdesaan. Oleh karena itu, diperlukan mediator yang mampu mengelola distribusi tersebut agar koperasi desa dapat berperan aktif dalam pergerakan ekonomi rakyat.
"Kadin harus mengambil peran di tengah sebagai jembatan antara produsen dengan KDKMP. Produk seperti sembako diproduksi di pabrik, bukan di desa, sehingga peran mediator ini sangat vital untuk mewujudkan koperasi sebagai gerakan ekonomi rakyat," ujar Nurdin dalam rapat koordinasi nasional di Menara Kadin, Jakarta.
Inisiatif ini muncul seiring dengan masifnya program pemerintah dalam membentuk 80.000 unit KDKMP di seluruh Indonesia. Saat ini, proses legalitas badan hukum, penyusunan kepengurusan, hingga rekrutmen manajer profesional telah memasuki tahap penyelesaian. Selain itu, infrastruktur pendukung berupa 30.000 gerai fisik dan fasilitas pergudangan juga telah rampung dibangun untuk mengamankan jalur distribusi komoditas di tingkat desa.
Untuk memperkuat kapasitas KDKMP, Kadin telah menyiapkan sejumlah program pendampingan. Program tersebut mencakup kemitraan dengan sektor industri, penyuntikan investasi, transfer teknologi, konsolidasi produksi, hingga standardisasi mutu produk. Menariknya, Kadin menegaskan bahwa seluruh upaya penguatan ini dilakukan tanpa mengambil alih hak kepemilikan lokal, sehingga kedaulatan ekonomi masyarakat desa tetap terjaga.
Lebih lanjut, Nurdin menjelaskan bahwa penguatan kapasitas pelaku usaha di tingkat akar rumput memerlukan wadah konsolidasi yang terpadu. Hal ini penting agar mereka mampu bersaing dalam skala ekonomi yang lebih efisien. Kadin juga mendorong percepatan peningkatan skala bisnis melalui pembentukan entitas koperasi internal yang nantinya akan menjadi motor penggerak utama dalam rantai pasok lokal. Melalui sinergi ini, diharapkan kemandirian ekonomi desa dapat terwujud secara berkelanjutan.

