Chapnews.id – Layanan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line rute Rangkasbitung-Tanah Abang atau yang dikenal dengan Green Line mengalami gangguan serius pada Kamis (8/10). Perjalanan kereta mengalami keterlambatan yang cukup signifikan setelah dilaporkan adanya insiden kecelakaan yang melibatkan orang tertabrak kereta di wilayah Tangerang Selatan.
Kabar mengenai gangguan ini pertama kali mencuat ke publik melalui keluhan para pengguna jasa KRL di media sosial X. Banyak penumpang yang merasa kesulitan karena terjadi penumpukan massa yang luar biasa di sejumlah stasiun, salah satunya di Stasiun Kebayoran, Jakarta Selatan. Kondisi peron yang penuh sesak membuat para komuter harus menunggu dalam waktu yang cukup lama untuk mendapatkan tempat di dalam gerbong.

Menanggapi keresahan masyarakat, pihak KAI Commuter segera memberikan klarifikasi resmi. Melalui akun media sosial mereka, pihak operator menjelaskan bahwa keterlambatan tersebut disebabkan oleh adanya insiden tertabraknya seseorang oleh kereta api. Insiden tersebut terjadi di lintasan antara Stasiun Serpong dan Stasiun Sudimara.
"Selamat malam, Kak. Mohon maaf atas keterlambatan perjalanan Commuter Line Rangkasbitung-Tanah Abang PP sehubungan KA 1771D (Rangkasbitung-Tanah Abang) di antara Stasiun Serpong-Sudimara tertemper orang," tulis akun resmi KAI Commuter pada Kamis malam sekitar pukul 19.47 WIB.
Meski sempat menghentikan operasional untuk sementara guna proses penanganan di lokasi kejadian, pihak KAI Commuter memastikan bahwa petugas di lapangan telah bergerak cepat. Setelah proses evakuasi dan penanganan awal selesai dilakukan, perjalanan kereta api nomor KA 1771D tersebut akhirnya dapat kembali beroperasi normal untuk melanjutkan rute perjalanannya.
Namun, kejadian tragis di malam hari ini bukanlah satu-satunya kendala yang dihadapi pengguna Green Line sepanjang hari ini. Sebelumnya, pada pagi hari, perjalanan KRL rute yang sama juga sempat mengalami hambatan akibat masalah teknis. Gangguan tersebut bersumber dari kerusakan pada perangkat persinyalan di Stasiun Tigaraksa.
Masalah persinyalan yang terjadi sejak pagi hari ini memicu efek domino berupa keterlambatan jadwal keberangkatan dan kedatangan kereta. Akibatnya, stasiun-stasiun di sepanjang jalur tersebut mengalami kepadatan penumpang yang tidak terduga sejak jam berangkat kerja.
Pihak KAI Commuter melalui pernyataan resminya pada pukul 06.32 WIB menyatakan permohonan maaf atas ketidaknyamanan tersebut. Mereka menjelaskan bahwa petugas teknis sedang bekerja keras melakukan perbaikan pada perangkat persinyalan yang mengalami gangguan operasional di Stasiun Tigaraksa.
Setelah melalui proses perbaikan dan pengaturan ulang jadwal masuk serta keluar kereta, gangguan sinyal tersebut dilaporkan telah teratasi sepenuhnya pada pukul 06.59 WIB. Meski demikian, rentetan kejadian di jalur Rangkasbitung ini menjadi catatan penting bagi keamanan dan keandalan operasional transportasi publik di wilayah penyangga Jakarta. Informasi lebih lanjut mengenai kondisi perjalanan dapat dipantau melalui kanal resmi KAI Commuter.

