Ads - After Header

Masa Depan Konstruksi: Pengalaman Tak Cukup, Ini Kuncinya!

Ahmad Dewatara

Chapnews – Ekonomi – JAKARTA – Di tengah pesatnya laju industri konstruksi, PT Brantas Abipraya (Persero) mengambil langkah strategis dengan memprioritaskan peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM). Bukan sekadar mengandalkan pengalaman bertahun-tahun, perusahaan pelat merah ini menegaskan bahwa keahlian yang terukur dan adaptif menjadi fondasi utama untuk menjaga keberlanjutan serta daya saing di tengah dinamika pasar yang terus berubah.

Manajemen SDM kini dituntut lebih dari sebelumnya. Perubahan cepat dalam proyek, regulasi ketenagakerjaan yang berkembang, kebutuhan tenaga kerja yang semakin spesifik, hingga gelombang transformasi digital, semuanya menuntut agar fungsi SDM tidak hanya berpegang pada rekam jejak, melainkan juga dibekali dengan kompetensi yang dapat diukur secara konkret. Hal ini krusial agar perusahaan mampu menempatkan individu pada posisi yang tepat, merancang sistem kerja yang efisien, mengelola hubungan industrial secara harmonis, dan memastikan pengembangan talenta berjalan selaras dengan visi bisnis. Oleh karena itu, uji kompetensi menjadi instrumen vital untuk menjamin profesionalisme di bidang MSDM telah memenuhi standar industri.

Masa Depan Konstruksi: Pengalaman Tak Cukup, Ini Kuncinya!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Purnomo, Direktur Pengembangan Bisnis, Human Capital & Legal PT Brantas Abipraya (Persero), menekankan bahwa sertifikasi kompetensi memberikan nilai lebih dari sekadar pengakuan formal. "Di tengah perubahan yang sangat cepat, kita tidak cukup hanya memiliki pengalaman. Kita harus memastikan bahwa pengalaman tersebut didukung oleh kompetensi yang terukur, pengetahuan yang terus diperbarui, serta kemampuan untuk beradaptasi terhadap perubahan," ujarnya, Senin (10/9/2026), seperti dikutip dari chapnews.id. Sertifikasi, menurutnya, adalah bukti konkret bahwa pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki SDM dapat diverifikasi melalui standar kompetensi yang jelas.

Kebutuhan akan SDM yang kompeten ini, lanjut Purnomo, semakin relevan bagi sektor konstruksi. Industri ini dihadapkan pada tantangan besar seperti adopsi teknologi baru, digitalisasi proses, evolusi regulasi ketenagakerjaan, serta tuntutan tata kelola perusahaan yang kian tinggi. "Ketika perusahaan ingin tumbuh, kita harus memastikan talenta yang kita miliki siap untuk tumbuh dan bertransformasi. Ketika perusahaan menghadapi tantangan baru, kita harus memiliki insan yang memiliki kompetensi untuk menjawab tantangan tersebut," tegasnya.

Melalui program sertifikasi MSDM, para peserta dibekali dengan penguatan kompetensi di berbagai aspek krusial pengelolaan SDM. Materi yang disajikan mencakup penyusunan kebutuhan tenaga kerja, analisis jabatan, perancangan standar operasional prosedur (SOP), sistem remunerasi, administrasi pengupahan, jaminan sosial, pengelolaan hubungan kerja, hingga strategi pembelajaran dan pengembangan SDM. Ini adalah investasi jangka panjang untuk memastikan SDM Brantas Abipraya selalu berada di garis depan inovasi dan efisiensi, siap menghadapi tantangan masa depan industri konstruksi.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer