Chapnews – Nasional – Sebuah objek misterius yang kuat dugaan merupakan bagian dari badan pesawat milik Tiongkok, kini dalam perjalanan menuju Jakarta. Benda asing yang ditemukan di perairan Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau (Kepri) ini, diangkut menggunakan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Teuku Umar 387 untuk menjalani investigasi mendalam.
Proses pengangkutan benda tersebut dilakukan setelah penyerahan dari pihak Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Tarempa. Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Komando Armada I (Koarmada I), Letkol Laut (P) Ary Mahayasa, membenarkan informasi ini saat dikonfirmasi chapnews.id pada Rabu (22/4). "Sudah dibawa KRI Teuku Umar 387 ke Jakarta," ujarnya.

Ary menjelaskan bahwa temuan benda asing oleh nelayan ini akan melalui proses penelitian lebih lanjut di ibu kota. Hasil dari investigasi tersebut, lanjutnya, akan dirilis secara resmi oleh Panglima Koarmada I di Jakarta. "Kami belum bisa memberikan keterangan lebih detail karena barang masih akan diteliti lebih lanjut di Jakarta," tambah Ary, menegaskan kehati-hatian pihak militer dalam menyampaikan informasi.
Objek yang memicu spekulasi ini pertama kali ditemukan oleh nelayan di perairan laut Pulau Kiabu, Kecamatan Siantan Selatan, Kepulauan Anambas, pada Senin, 20 April lalu. Para nelayan setempat bahkan sempat mengabadikan momen penemuan tersebut melalui rekaman video, menunjukkan puing berwarna putih dengan logo yang identik dengan lambang negara Tiongkok, terapung di permukaan laut.
Dedi, seorang nelayan dari Natuna, yang dihubungi chapnews.id pada Selasa pagi, membenarkan penemuan tersebut. "Iya, yang temukan kawan aku," kata Dedi. Ia menuturkan, benda asing itu ditemukan saat ia dan rekan-rekannya pulang melaut. Menurutnya, ada tiga kapal nelayan yang melintas di area perbatasan laut antara Natuna dan Anambas saat penemuan itu terjadi, menambah dimensi lokasi yang strategis dan sensitif.
Penemuan puing ini tentu menimbulkan berbagai pertanyaan mengenai asal-usul dan implikasinya, terutama mengingat logo negara asing yang tertera. Publik kini menanti hasil penelitian resmi dari pihak TNI Angkatan Laut untuk mengungkap misteri di balik objek terapung tersebut.



