Ads - After Header

Panen Terancam El Nino, RI Siap Buka Keran Impor!

Ahmad Dewatara

Chapnews – Ekonomi – Pemerintah Indonesia tengah serius mengkaji opsi pembukaan keran impor untuk sejumlah komoditas pangan. Langkah ini diambil sebagai respons cepat terhadap penurunan signifikan produktivitas pertanian nasional yang diakibatkan oleh fenomena El Niño yang melanda berbagai daerah. Tujuannya jelas: menjaga ketersediaan pasokan pangan di seluruh negeri tetap stabil dan meredam potensi gejolak inflasi yang bisa memukul daya beli masyarakat. Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol, mengonfirmasi bahwa kajian mendalam sedang berlangsung.

Ancaman El Niño, dengan karakteristik curah hujan yang minim dan risiko kebakaran lahan, telah menimbulkan kekhawatiran serius terhadap sektor pertanian. Untuk itu, Kementerian Koordinator Bidang Pangan bersama kementerian dan lembaga terkait kini fokus memetakan secara detail daerah-daerah sentra pertanian yang paling terdampak, baik dari sisi pasokan maupun distribusinya.

Panen Terancam El Nino, RI Siap Buka Keran Impor!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Opsi pemenuhan stok pangan, termasuk melalui pengadaan dari luar negeri, menjadi agenda utama dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) yang dipimpin oleh Menteri Koordinator. Hanif Faisol menjelaskan, analisis komprehensif diperlukan agar kebijakan yang diambil tepat sasaran dan tidak terburu-buru. "Potensi impor pangan ini sedang didalami dan kami tidak mendahului analisis tim Rakortas yang dipimpin Bapak Menko bersama seluruh kementerian terkait," ujar Hanif saat ditemui di Jakarta, Kamis lalu. Ia menekankan pentingnya menjaga inflasi dengan memahami gangguan spasial yang terjadi, mengingat El Niño secara langsung mempengaruhi produktivitas berbagai komoditas di Indonesia.

Sebagai langkah proaktif, pemerintah telah mengaktifkan satuan tugas khusus (task force) yang bertugas merekalibrasi ketahanan pangan nasional, khususnya pada komoditas yang paling rentan. Seluruh jajaran otoritas pangan dijadwalkan akan menggelar rapat koordinasi awal pekan depan. Pertemuan ini bertujuan untuk merumuskan skema intervensi paling efektif berdasarkan pemetaan masalah di lapangan. "Semua komoditas yang berpotensi diimpor sedang dicek dan diteliti. Kami mengaktivasi task force untuk merekalibrasi ketahanan pangan, dan hari Selasa kami rapat dengan semua kementerian atau lembaga untuk memetakan detail permasalahan lapangan sehingga langkah tercepat bisa dirumuskan," imbuh Hanif.

Hanif juga menyoroti bahwa instrumen perdagangan internasional, baik impor maupun ekspor, seringkali tak terhindarkan dalam menyeimbangkan neraca pangan saat produksi domestik terganggu oleh cuaca ekstrem. Ia melihat kondisi saat ini sebagai momentum krusial untuk mengevaluasi dan memperkuat daya tahan ekosistem pertanian jangka panjang. "Bicara pangan kadang tidak lepas dari impor dan ekspor, sehingga ini menjadi kesempatan mengkalibrasi ketahanan bentang alam kita yang ternyata belum sepenuhnya tahan didera El Niño kuat," jelasnya. Hanif menegaskan, bencana alam seperti ini tidak boleh dianggap takdir semata, melainkan harus menjadi pemicu untuk membangun ketahanan lingkungan demi kepastian usaha di tengah ancaman perubahan iklim.

Informasi terkini mengenai kebijakan ekonomi dan ketahanan pangan nasional dapat Anda ikuti terus di chapnews.id.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer