Chapnews – Nasional – Kobaran api melalap sebuah rumah di Kelurahan Sambung Jawa, Kecamatan Mamajang, Makassar, Sulawesi Selatan, pada Kamis malam. Insiden tragis ini merenggut nyawa dua warga lanjut usia yang diduga terjebak dalam amukan si jago merah. Dugaan awal mengarah pada lilin yang menyala sebagai pemicu kebakaran yang memilukan ini.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Kadis Damkar) Makassar, Fadli Wellang, membenarkan adanya dua korban meninggal dunia dalam peristiwa tersebut. "Iya, ada 2 (korban meninggal dunia)," ujarnya kepada chapnews.id, Kamis (23/7) malam. Setelah menerima laporan, Damkar Makassar segera mengerahkan 12 unit armada untuk memadamkan api yang melahap dua rumah dan turut berdampak pada satu rumah lainnya. "Penyebabnya masih dalam penyelidikan," tambah Fadli.

Aidil Muslim Muhammad (27), salah satu penghuni rumah yang berhasil menyelamatkan diri, menceritakan detik-detik mengerikan tersebut. Ia menduga api berasal dari lilin berwarna merah yang dinyalakan di dekat pintu masuk. Aidil mengaku sempat memperingatkan mengenai penggunaan lilin tersebut sebelumnya. "Ini ada yang bakar lilin merah. Saya sudah bilang jangan musyrik, sudah teguran minggu lalu," kenangnya. Api tiba-tiba membesar setelah terdengar suara pecahan kaca dari dalam rumah. Istrinya sempat berteriak memberitahu adanya kebakaran, bahkan kembali masuk saat melihat kursi terbakar, sementara Aidil mengamankan sepeda motor.
Dalam kepanikan, Aidil baru teringat bahwa ada dua orang lanjut usia masih berada di dalam. Tanpa ragu, ia mencoba menerobos kobaran api yang sudah merambat hebat. "Saya bilang ada dua orang tua di dalam. Saya masuk, api sudah merembet kiri kanan. Saya tarik satu, saya ajak keluar, tapi panasnya luar biasa," jelasnya, menggambarkan perjuangan heroiknya yang tak berhasil menyelamatkan keduanya. Dari delapan penghuni rumah kos tersebut, enam berhasil menyelamatkan diri, namun dua lansia malang itu ditemukan meninggal dunia.
Kapolsek Mamajang, AKP Tri Husada Wahyu Andromeda, menyatakan bahwa pihaknya masih terus menyelidiki penyebab pasti kebakaran. "Masih diselidiki. Dugaan sementara dari lilin. Yang meninggal sementara dua orang. Untuk jenis kelamin perempuan semua. Ada juga yang pingsan masih belum sadar," ungkapnya. Tragedi ini menjadi pengingat pahit akan bahaya kebakaran, terutama dengan dugaan pemicu yang seringkali dianggap sepele.

