Ads - After Header

Peringatan Dini! Sumsel Siaga Karhutla, Kapan Provinsi Menyusul?

Ahmad Dewatara

Chapnews – Nasional – Dua kabupaten di Sumatera Selatan (Sumsel) telah resmi menetapkan status siaga kebakaran hutan dan lahan (karhutla), menandai kesiapsiagaan dini menghadapi musim kemarau yang diperkirakan tiba Mei mendatang. Sementara itu, penetapan status serupa di tingkat provinsi masih dalam tahap pengajuan, diharapkan segera menyusul untuk mengoptimalkan upaya pencegahan dan penanggulangan bencana tahunan ini.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, M. Iqbal Alisyahbana, mengonfirmasi bahwa Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan Ogan Ilir adalah dua wilayah yang sudah mengambil langkah proaktif tersebut. "Sudah ada dua daerah yang menetapkan status siaga karhutla, OKI dan Ogan Ilir," ujar Iqbal, seperti dikutip dari chapnews.id, Selasa (21/4).

Peringatan Dini! Sumsel Siaga Karhutla, Kapan Provinsi Menyusul?
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Iqbal menambahkan, pengajuan status siaga di level provinsi kini sedang diproses. Langkah ini diambil sebagai antisipasi serius terhadap potensi karhutla yang kerap melanda Sumsel, provinsi dengan 17 kabupaten/kota (13 kabupaten dan 4 kota) ini, terutama saat musim kemarau.

"Status siaga ini akan kita tetapkan sejak SK ditandatangani Pak Gubernur hingga 30 November mendatang. Jika potensi bencana tersebut masih ada, akan kita perpanjang lagi nantinya," jelas Iqbal. Pihaknya menargetkan penetapan status siaga provinsi dapat rampung sebelum akhir bulan ini, bahkan idealnya sebelum apel siaga pada 29 April.

Penetapan status siaga ini krusial karena akan mempermudah koordinasi lintas instansi dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla. Dengan status ini, berbagai pihak dapat bergerak lebih terpadu dan efektif.

BPBD Sumsel sendiri tidak tinggal diam. Berbagai langkah kesiapsiagaan terus digalakkan, mulai dari pemantauan intensif di wilayah rawan, sosialisasi masif kepada masyarakat tentang bahaya dan pencegahan karhutla, hingga penyiagaan personel dan peralatan di titik-titik strategis. Koordinasi erat dengan pemerintah kabupaten/kota serta instansi terkait lainnya juga terus dilakukan untuk memastikan kesiapan menghadapi potensi karhutla.

"Berdasarkan informasi dari BMKG, musim kemarau akan terjadi mulai Mei nanti. Sementara puncak kemarau akan terjadi sepanjang Juli-September," pungkas Iqbal, menegaskan urgensi dari penetapan status siaga ini.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer