Chapnews – Nasional – Suasana duka menyelimuti lingkungan TNI. Jenderal Agus Subiyanto, Panglima TNI, memimpin langsung upacara pelepasan jenazah empat prajurit TNI AD yang menjadi korban ledakan amunisi di Garut, Jawa Barat, Senin (12/6) lalu. Upacara militer yang khidmat tersebut digelar Selasa (13/6) di Gudang Pusat Munisi (Gupusmu) III, Jakarta Timur. Kapuspalad Mayjen TNI R.D. Epi Setiadi memimpin jalannya upacara yang dihadiri keluarga TNI dan kerabat para almarhum.
Kehadiran Panglima TNI, menurut keterangan resmi Puspen TNI, merupakan wujud penghormatan, empati, dan kepedulian atas gugurnya para prajurit dalam menjalankan tugas negara. Empat prajurit yang menjadi korban adalah Kolonel Antonius Hermawan (diberangkatkan ke Sleman, Yogyakarta), Mayor Anda Rohanda (Cileunyi, Bandung), Kopda Eri Dwi Priambodo (Temanggung, Jawa Tengah), dan Pratu Aprio Setiawan (Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara).

Kapuspen TNI Mayjen TNI Kristomei Sianturi menyampaikan duka cita mendalam atas jatuhnya korban jiwa, baik prajurit TNI maupun warga sipil. TNI, tegasnya, menjamin seluruh hak para prajurit korban akan dipenuhi sesuai ketentuan, termasuk santunan kematian khusus, pensiun, dan beasiswa bagi anak-anak mereka. Panglima TNI juga memberikan tali asih kepada keluarga korban, yang diserahkan melalui Pangdam III/Siliwangi.
Proses investigasi penyebab ledakan tengah dilakukan tim Puspalad bersama pihak terkait. Lokasi pemusnahan amunisi, yang merupakan lahan milik BKSDA, telah diamankan dan disterilisasi untuk keselamatan masyarakat. TNI berkomitmen mengusut tuntas insiden ini secara transparan dan akan memperketat pengawasan kegiatan serupa agar tragedi serupa tak terulang. Sebelumnya, ledakan di Garut menewaskan 13 orang, termasuk warga sipil. Kejadian ini pun memicu pertanyaan mengenai keberadaan warga sipil di sekitar lokasi dan standar operasional prosedur yang diterapkan. TNI AD menegaskan, pemusnahan amunisi dilakukan di lokasi yang biasa digunakan dan sesuai prosedur.


