Chapnews – Nasional – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, segera menginstruksikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mengambil langkah cepat dalam mengevakuasi warga yang terdampak gempa bumi kuat di wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara. Perintah ini dikeluarkan menyusul guncangan gempa berkekuatan magnitudo 7,6 yang melanda perairan Bitung pada Kamis pagi.
Instruksi tegas tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo kepada Kepala BNPB pada Kamis (2/4) pagi. "Tadi pagi, melalui Kepala BNPB, Bapak Presiden sudah langsung perintahkan seluruh aparat dan tim BNPB secepat mungkin mengevakuasi warga terdampak," jelas Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam keterangan resminya kepada chapnews.id.

Menindaklanjuti arahan Presiden, Kepala BNPB dilaporkan telah tiba di Sulawesi Utara pada hari yang sama. Tim reaksi cepat dari BNPB daerah, dibantu aparat TNI, Polri, serta Pemerintah Daerah setempat, telah bergerak sigap untuk melakukan pengecekan dan evakuasi di lokasi-lokasi yang terdampak parah.
Kepala BNPB juga mengimbau masyarakat agar tidak kembali beraktivitas di dalam gedung-gedung yang telah mengalami kerusakan akibat gempa. Koordinasi intensif juga telah dilakukan dengan Pemerintah Daerah Maluku Utara dan Sulawesi Utara untuk memastikan penanganan bencana berjalan optimal.
Gempa bumi dengan magnitudo 7,6 yang cukup kuat mengguncang perairan Bitung, Sulawesi Utara, pada Kamis pagi. Menurut Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, gelombang tsunami sempat terdeteksi di beberapa lokasi. Tsunami setinggi 0,3 meter tercatat di Halmahera Barat pada pukul 06.08 WIB, dan 0,2 meter di Bitung pada pukul 06.15 WIB.
Meskipun ketinggian gelombang tsunami relatif kecil, BNPB menekankan pentingnya kewaspadaan tinggi mengingat potensi gelombang susulan masih bisa terjadi. Masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah pesisir Sulawesi Utara dan Maluku Utara, diimbau keras untuk menjauhi pantai dan tidak kembali ke area berbahaya sebelum ada pengumuman resmi dari pemerintah yang menyatakan kondisi aman. Selain itu, warga diminta untuk tetap tenang, mematuhi arahan dari aparat berwenang, dan tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Pemantauan dan pembaruan data akan terus dilakukan seiring perkembangan situasi di lapangan, sebagaimana disampaikan oleh Abdul Muhari.
Hingga pukul 07.00 WIB, Abdul Muhari juga melaporkan adanya dua gempa susulan. Gempa pertama berkekuatan magnitudo 5,5 terjadi pada pukul 06.07 WIB, diikuti gempa kedua bermagnitudo 5,2 pada pukul 06.12 WIB. Kedua gempa susulan ini berpusat di laut dan dipastikan tidak berpotensi tsunami, namun getarannya tetap dirasakan oleh warga di area terdampak.


