Chapnews – Ekonomi – Presiden terpilih Prabowo Subianto melontarkan pernyataan yang memancing gelak tawa namun sarat makna bagi para pelaku usaha di Indonesia. Dalam gelaran Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) di Bandar Lampung pada Rabu lalu, Prabowo secara gamblang menyentil bahwa para pengusaha Indonesia "memiliki banyak dosa," seraya menyerukan agar mereka menatap masa depan dengan kepatuhan terhadap hukum yang berlaku.
"Saudara-saudara, saya mengajak sekarang ya karena ini Hipmi, Hipmi pengusaha, pengusaha, tunggu dulu. Pengusaha Indonesia banyak dosanya. Betul? Lo enggak bisa bohong sama gue, gue udah ngerti lo," ujar Prabowo dengan nada bercanda namun lugas, disambut gelak tawa hadirin. Nada bicara Prabowo yang akrab namun lugas ini mengindikasikan pemahamannya yang mendalam terhadap seluk-beluk dunia usaha di Tanah Air.

Kesan kedekatan Prabowo semakin kuat saat ia mengungkapkan telah mengenal banyak tokoh senior Hipmi sejak lama. Beberapa nama seperti Bambang Wiyogo, Sharif Cicip Sutardjo, hingga Abdul Latief disebutnya sebagai sosok yang telah dikenalnya sejak mereka masih belia. Ini menunjukkan bahwa candaannya bukan tanpa dasar, melainkan berasal dari pengamatan dan interaksi panjang dengan komunitas pengusaha.
Namun, di balik kelakar yang disampaikannya, tersimpan pesan inti yang sangat serius. Prabowo secara tegas mengajak seluruh pelaku usaha untuk "menutup" lembaran "dosa" masa lalu dan fokus pada kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku. "Saudara-saudara, tapi sudahlah ya enggak apa-apa. Dosa kita tutup. Kita bangkit ke depan. Sekarang jangan coba-coba melanggar hukum," tegasnya. Penekanan ini menjadi seruan penting bagi komunitas bisnis untuk beroperasi secara transparan, akuntabel, dan sesuai koridor hukum demi kemajuan ekonomi bangsa.


