Chapnews – Ekonomi – Kabar baik datang dari Nusa Tenggara Timur (NTT). Operasional Fuel Terminal (FT) Reo yang berlokasi di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, dilaporkan telah kembali normal pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah tersebut pada 15 Agustus 2026. Meskipun sejumlah fasilitas mengalami kerusakan, pasokan bahan bakar minyak (BBM) untuk masyarakat dipastikan tetap aman dan lancar.
Dampak gempa memang tidak dapat dihindari. Sejumlah infrastruktur vital di FT Reo mengalami kerusakan, meliputi ruang kantor dan musala yang sementara tidak dapat difungsikan, pagar pelindung yang ambruk, serta munculnya retakan pada beberapa fasilitas penyaluran BBM. Namun, tim teknis di lapangan bergerak cepat melakukan perbaikan bertahap guna memulihkan fungsi fasilitas sembari memastikan kelancaran operasional terminal tidak terganggu.

Direktur Armada dan Logistik Pertamina Patra Niaga, Arif Yuniarto, mengonfirmasi bahwa kondisi operasional FT Reo kini telah berangsur pulih sepenuhnya. Pemantauan intensif terhadap seluruh sarana dan fasilitas terminal terus digencarkan demi menjamin stabilitas penyaluran BBM.
"Alhamdulillah, secara berangsur-angsur operasional terminal sudah berjalan dengan normal," ungkap Arif saat melakukan inspeksi langsung ke FT Reo, didampingi Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan, pada Kamis (27/8/2026) lalu.
Dedikasi luar biasa ditunjukkan oleh para petugas FT Reo. FT Manager Reo, Mumu Najmudin, menceritakan bahwa meskipun sempat dilanda kepanikan hebat saat gempa mengguncang, seluruh personel tetap berkomitmen untuk menjalankan tugas dan memastikan pasokan energi vital bagi masyarakat tidak terhenti. Upaya cepat tanggap dan pemulihan ini menegaskan komitmen Pertamina dalam menjaga ketahanan energi nasional, bahkan di tengah tantangan bencana alam.

