Chapnews – Ekonomi – Jakarta – Sektor aset keuangan digital di Indonesia terus menunjukkan geliatnya. Para pemain kunci di sektor ini, khususnya Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD), kini menggalang kekuatan melalui kolaborasi strategis. Tujuannya jelas: mengakselerasi inovasi dan mematangkan ekosistem aset kripto di Tanah Air.
Salah satu inisiatif terdepan datang dari PT Mitra Kripto Sukses (MAKS), sebuah PAKD yang telah mengantongi izin dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). MAKS secara proaktif memperkuat pengembangan ekosistem aset kripto Indonesia melalui kemitraan strategis dengan Amanode dan stablecoin Rupiah, IDRX.

Aliansi inovatif ini secara resmi diperkenalkan dalam gelaran akbar Coinfest Asia 2026 yang berlangsung meriah di Pantai Melasti, Bali, pada tanggal 20-21 Agustus 2026. Langkah ini menjadi bagian integral dari upaya kolektif untuk memperluas pemanfaatan aset kripto melalui beragam "use case" dan inovasi yang dirancang khusus untuk memberikan nilai tambah signifikan bagi para pengguna.
Michael, Direktur MAKS, menegaskan bahwa inovasi produk adalah fondasi vital untuk meningkatkan utilitas aset kripto bagi masyarakat Indonesia. "Kami melihat inovasi produk sebagai bagian penting dalam meningkatkan utilitas aset kripto bagi masyarakat Indonesia," ungkap Michael dalam pernyataan resminya kepada chapnews.id di Jakarta, Kamis (27/8/2026).
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kolaborasi dengan Amanode dan IDRX menjadi bukti konkret bahwa aset kripto memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi instrumen yang semakin produktif. "Tentu saja, dengan tetap mengedepankan tata kelola yang baik, transparansi, dan kerangka regulasi yang berlaku," tegasnya, menekankan komitmen terhadap kepatuhan.
Sementara itu, Corry Lamria, Direktur PT Alpha Cipta Inovasi (Amanode), menjelaskan bahwa platform mereka hadir sebagai solusi cerdas. Amanode menjembatani kebutuhan para pemilik aset kripto akan likuiditas Rupiah tanpa harus melepaskan kepemilikan aset digital mereka secara langsung.
"Banyak pemilik aset kripto membutuhkan likuiditas tetapi pada saat yang sama tidak ingin langsung melepaskan eksposur terhadap aset yang mereka miliki. Amanode dibangun untuk menjawab kebutuhan tersebut melalui mekanisme repurchase yang terstruktur dan transparan," papar Corry, menyoroti fleksibilitas dan keamanan yang ditawarkan.
Kolaborasi ini juga menempatkan IDRX sebagai stablecoin Rupiah pertama yang berperan krusial sebagai likuiditas perantara. Integrasi ini menciptakan pengalaman yang lebih mulus dan efisien bagi para pelaku di ekosistem aset kripto, menandai babak baru dalam pengembangan infrastruktur keuangan digital di Indonesia.

