Ads - After Header

Rahasia Kekuatan TNI: Mengintip Pasukan Elite Terbaik!

Ahmad Dewatara

Rahasia Kekuatan TNI: Mengintip Pasukan Elite Terbaik!

Chapnews – Nasional – Setiap negara berdaulat, tak terkecuali Indonesia, selalu membekali angkatan bersenjatanya dengan unit-unit khusus yang memiliki kemampuan di atas rata-rata. Sejak era Tentara Republik Indonesia (TRI) di awal kemerdekaan, berlanjut ke Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) di masa Orde Baru, hingga kini menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI), keberadaan pasukan elite ini telah menjadi tulang punggung pertahanan negara di setiap matra.

Melansir dari chapnews.id dan berbagai sumber resmi Kementerian Pertahanan serta TNI, berikut adalah profil singkat beberapa pasukan elite kebanggaan Indonesia yang siap menjaga kedaulatan dan keamanan bangsa.

Rahasia Kekuatan TNI: Mengintip Pasukan Elite Terbaik!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

TNI Angkatan Darat

1. Kopassus (Komando Pasukan Khusus)
Identik dengan baret merahnya yang legendaris, Komando Pasukan Khusus (Kopassus) secara resmi berdiri pada 16 April 1952. Cikal bakalnya adalah Kesatuan Komando TT III/Siliwangi, yang dibentuk untuk menumpas pemberontakan RMS dan DI/TII. Pasukan ini mengalami beberapa kali perubahan nama, dari RPKAD, Kopassandha, hingga akhirnya resmi menjadi Kopassus.

Sejarah Kopassus diwarnai berbagai operasi penting, mulai dari Trikora, Dwikora, penumpasan G30S/PKI, Operasi Seroja di Timor Timur, hingga pembebasan sandera Mapenduma. Di dalam Kopassus, terdapat Satuan 81/Penanggulangan Teror (Gultor 81) yang dibentuk pada tahun 1981, dengan Luhut Binsar Pandjaitan sebagai komandan pertama dan Prabowo Subianto, yang kini menjabat sebagai Presiden RI, sebagai wakilnya.

2. Tontaipur Kostrad (Peleton Intai Tempur Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat)
Peleton Intai Tempur (Tontaipur) adalah unit elite di bawah Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad). Meski tidak sepenuhnya dikategorikan sebagai pasukan khusus murni seperti Kopassus, prajurit Taipur memiliki kemampuan infiltrasi medan, pengintaian strategis, dan penyerangan terbatas yang sangat mumpuni. Mereka sering dilibatkan untuk mendukung pasukan tempur utama dalam berbagai misi krusial.

TNI Angkatan Laut

1. Denjaka (Detasemen Jalamangkara)
Detasemen Jalamangkara (Denjaka), pasukan elite baret ungu milik TNI Angkatan Laut, dibentuk pada tahun 1984. Spesialisasinya mencakup antiterorisme maritim, penanggulangan sabotase laut, dan mengatasi pembajakan kapal. Uniknya, Denjaka juga memiliki kemampuan lintas matra yang meliputi operasi di laut, udara, dan intelijen. Latihan mereka sangat rahasia dan kompleks, melibatkan penyusupan perairan, penyerbuan udara, hingga pertempuran darat dalam skenario yang jarang terungkap ke publik.

2. Taifib (Batalyon Intai Amfibi)
Batalyon Intai Amfibi (Taifib), yang kini dikenal sebagai Detasemen Taifib, merupakan bagian integral dari Korps Marinir sejak awal 1960-an. Prajurit Taifib adalah personel pilihan dari satuan Marinir, yang memiliki keahlian dalam infiltrasi pantai, pengintaian strategis, hingga operasi khusus laut-darat. Mereka sering berkolaborasi dengan Kopaska dalam berbagai misi.

3. Kopaska (Komando Pasukan Katak)
Komando Pasukan Katak (Kopaska) telah menjadi pasukan elite TNI AL sejak 31 Maret 1962. Pasukan ini terkenal dengan kemampuan khusus dalam demolisi bawah air, sabotase kapal, dan infiltrasi pantai. Selain itu, Kopaska juga aktif dalam operasi amfibi bersama Taifib. Keahlian mereka tidak hanya terbatas pada pertempuran, melainkan juga sangat diandalkan dalam misi penyelamatan dan evakuasi bawah air, sering terlibat dalam pencarian korban kecelakaan di perairan.

TNI Angkatan Udara

1. Kopasgat (Komando Pasukan Gerak Cepat)
Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat), pasukan elite TNI AU yang identik dengan baret oranye, memiliki sejarah panjang. Berawal dari Pasukan Gerak Tjepat (PGT) yang dibentuk pada tahun 1947, kemudian sempat dikenal sebagai Paskhas, hingga akhirnya namanya dikembalikan menjadi Kopasgat sejak tahun 2022. Tugas utamanya meliputi perebutan dan pertahanan pangkalan udara, pelaksanaan operasi lintas udara, serta dukungan operasi udara-darat. Salah satu keunggulan Kopasgat adalah kemampuannya dalam membentuk dan mengoperasikan pangkalan udara secara mandiri, di mana setiap prajuritnya terlatih untuk berkoordinasi dalam menyiapkan pendaratan pesawat dan penerjunan pasukan.

2. Satbravo 90 (Satuan Bravo 90)
Satuan Bravo 90 (Satbravo 90) adalah unit khusus dari Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) TNI Angkatan Udara. Diresmikan pada 12 Februari 1990, kelahirannya dipicu oleh serangkaian insiden pembajakan pesawat di berbagai negara, seperti kasus Airbus A300B4-203 Air France Flight 139 di Bandara Entebbe Uganda pada 1976, pesawat Boeing 737 rute Mallorca-Jerman pada 1977, serta insiden pesawat DC-9 Garuda Woyla pada 1981. Ini menunjukkan fokus mereka pada penanggulangan teror udara.

Markas Besar TNI

Koopssus (Komando Operasi Khusus)
Di tingkat Markas Besar TNI, terdapat Komando Operasi Khusus (Koopssus), sebuah unit gabungan yang personelnya berasal dari ketiga matra. Pasukan elite ini secara resmi dibentuk melalui Peraturan Presiden Nomor 42 Tahun 2019, yang merupakan perubahan kedua atas Perpres Nomor 10 Tahun 2010 tentang Susunan Organisasi Tentara Nasional Indonesia, dan mulai berlaku sejak 3 Juli 2019.

Koopssus bertugas menyelenggarakan operasi khusus dan memberikan dukungan dalam operasi yang menuntut kecepatan serta tingkat keberhasilan tinggi, demi menjaga kepentingan nasional baik di dalam maupun luar negeri. Struktur Koopssus mencakup berbagai komando strategis seperti Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas), Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan), Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat (Kostrad), Komando Pasukan Khusus (Kopassus), Komando Daerah Militer (Kodam), Komando Armada (Koarmada), Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), dan Komando Operasional TNI Angkatan Udara (Koopsau). Berada langsung di bawah kendali Panglima TNI, Koopssus memungkinkan pengerahan cepat dalam menghadapi ancaman strategis.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer