Chapnews – Ekonomi – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, membeberkan hasil negosiasi Indonesia dengan Amerika Serikat (AS) terkait kebijakan tarif impor resiprokal yang diterapkan Presiden Donald Trump. Dalam konferensi pers virtual Jumat (25/4), Airlangga mengungkapkan lima poin penting yang menjadi tawaran Indonesia. Kelima poin tersebut, menurutnya, disambut baik oleh berbagai pihak di AS.
Airlangga menjelaskan, Indonesia telah melakukan serangkaian pertemuan penting dengan pejabat tinggi AS, termasuk Ambassador Jamieson Greer dari USTR, Secretary Commerce Howard Lutnick, Secretary of Treasury Scott Besen (bersama Menteri Keuangan RI), dan Director of National Economic Council Kevin Hassett. "Dalam perundingan, Indonesia mengedepankan kepentingan nasional sembari tetap berupaya memperkuat hubungan bilateral dengan Amerika Serikat," tegas Airlangga.

Hasilnya? Upaya pendekatan yang dilakukan Indonesia mendapat apresiasi positif dari seluruh pemangku kepentingan di AS, mulai dari pemerintah hingga asosiasi bisnis dan dunia usaha. Mereka membuka peluang dialog lebih lanjut dan berjanji akan membahas secara teknis detail dalam dua minggu mendatang. Meskipun detail kelima tawaran tersebut belum diungkapkan secara rinci, sambutan positif dari AS mengindikasikan adanya potensi penyelesaian yang menguntungkan kedua negara. Keberhasilan negosiasi ini sangat dinantikan mengingat dampak signifikan kebijakan tarif impor terhadap perekonomian Indonesia. Chapnews.id akan terus memantau perkembangan selanjutnya.



