Chapnews – Nasional – Polisi dari Polresta Malang Kota, Jawa Timur, tengah memburu bukti kuat terkait kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh seorang dokter berinisial AY di Persada Hospital terhadap pasiennya, QAR. Pengungkapan kasus ini bermula dari laporan resmi yang diajukan korban pada Jumat (18/4) lalu, dengan nomor laporan LP/B/113/IV/2025/SPKT/POLRESTA MALANG KOTA/POLDA JAWA TIMUR.
Kasatreskrim Polresta Malang Kota, Kompol Muhammad Soleh, mengungkapkan bahwa tim penyidik telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Persada Hospital. "Kami mengumpulkan alat bukti dan petunjuk lain di rumah sakit," ujar Kompol Soleh pada Senin (21/4). Proses pengumpulan bukti tersebut meliputi pemeriksaan kamar perawatan VIP yang digunakan QAR selama tiga hari, dari tanggal 26 hingga 28 September 2022, tempat dugaan pelecehan terjadi. Petugas juga menganalisis rekaman CCTV yang terpasang di area rumah sakit.

Langkah selanjutnya, menurut Kompol Soleh, adalah memeriksa sejumlah saksi. "Kami mengecek TKP dan CCTV, kemudian menyusun rencana lidik serta sidik. Pemeriksaan saksi masih belum, masih pengecekan TKP dulu," jelasnya.
Kuasa hukum korban, Satria Marwan, menjelaskan bahwa pelaporan ini dilakukan setelah upaya mediasi dengan terduga pelaku menemui jalan buntu. "Kami pikir dokter ini merasa bersalah dan menyerahkan diri, tapi nyatanya enggak. Jadi terpaksa kita mengambil upaya hukum, kita bikin laporan hari ini," ungkap Satria saat di Mapolres Malang Kota, Jumat (18/4).
Sementara itu, pihak Persada Hospital telah melakukan investigasi internal dan proses etik terkait kasus ini. Sebagai langkah awal, dokter AY telah dinonaktifkan sementara dari seluruh pelayanan medis dan namanya dihapus dari daftar tenaga medis aktif. dr. Galih Endradita, dokter spesialis forensik sekaligus anggota Sub Komite Etik dan Disiplin Persada Hospital, menyatakan, "Sikap sementara yang kami ambil itu adalah yang bersangkutan dinonaktifkan dari semua pelayanan di Persada," tegasnya dalam konferensi pers Jumat (18/4) lalu. Kasus ini kini tengah dalam proses penyelidikan intensif oleh pihak kepolisian.


