Chapnews – Ekonomi – Menjelang perayaan Idul Fitri pada Maret 2026, pemerintah memastikan penyaluran berbagai program bantuan sosial (bansos) akan terus digulirkan untuk meringankan beban masyarakat. Realisasi penyaluran bansos reguler, termasuk Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) atau bantuan sembako, telah mencapai angka impresif, lebih dari 90 persen secara nasional hingga awal Ramadan ini.
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menegaskan komitmen tersebut. "Proses penyaluran bansos reguler terus berjalan dan sekarang sudah lebih dari 90 persen secara nasional, untuk Program Keluarga Harapan (PKH) maupun untuk Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) atau bantuan sembako," ujar Gus Ipul di Kantor Kemensos, seperti dikutip chapnews.id. Pernyataan ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memastikan bantuan sampai kepada yang berhak, terutama di momen penting seperti Lebaran.

Dua program utama yang menjadi sorotan adalah PKH dan BPNT, yang dijadwalkan akan terus dicairkan hingga menjelang Lebaran 2026.
1. Bansos Program Keluarga Harapan (PKH)
PKH, sebagai bantuan bersyarat, memasuki periode pencairan tahap pertama yang meliputi bulan Januari, Februari, dan Maret 2026. Besaran bantuan ini bervariasi sesuai kategori penerima manfaat:
- Ibu hamil: Rp750.000 per tahap
- Anak usia dini: Rp750.000 per tahap
- Siswa SD: Rp225.000 per tahap
- Siswa SMP: Rp375.000 per tahap
- Siswa SMA: Rp500.000 per tahap
- Lansia (60 tahun ke atas): Rp600.000 per tahap
- Penyandang disabilitas berat: Rp600.000 per tahap
Pada tahun 2026, program PKH menargetkan 10 juta keluarga penerima manfaat (KPM) dengan alokasi anggaran mencapai Rp28,7 triliun, menunjukkan skala besar intervensi pemerintah untuk kesejahteraan sosial.
2. Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT)
Serupa dengan PKH, bansos BPNT juga akan terus disalurkan hingga menjelang Lebaran 2026. Penerima BPNT berhak atas bantuan sebesar Rp200.000 per bulan. Namun, pencairan dana seringkali dilakukan sekaligus untuk tiga bulan, sehingga setiap KPM akan menerima total Rp600.000. Program BPNT ini mengalokasikan anggaran sebesar Rp43,8 triliun untuk 18,3 juta KPM. Dana tersebut disalurkan dalam bentuk saldo elektronik yang dapat dibelanjakan untuk membeli kebutuhan pangan pokok di e-Warong atau agen bank mitra pemerintah, memastikan bantuan tepat sasaran untuk kebutuhan dasar.
Selain kedua program reguler tersebut, pemerintah juga tidak menutup kemungkinan adanya bantuan lain seperti bansos beras dan minyak goreng, sebagai upaya tambahan untuk menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga menjelang hari raya. Dengan berbagai program ini, diharapkan masyarakat dapat merayakan Lebaran 2026 dengan lebih tenang dan berkecukupan.


