Chapnews – Ekonomi – Mengawali perdagangan hari ini, Jumat (24/04/2026), nilai tukar rupiah menunjukkan performa positif dengan penguatan tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Garuda dibuka pada level Rp17.280 per dolar AS, memberikan sedikit angin segar di tengah dinamika pasar global.
Kenaikan ini merupakan apresiasi sebesar 0,03 persen jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di angka Rp17.286 per dolar AS. Pergerakan ini menunjukkan daya tahan rupiah meskipun dalam skala yang moderat.

Namun, gambaran berbeda terlihat di pasar mata uang Asia hingga pukul 09.15 WIB. Mayoritas mata uang di kawasan tersebut justru bergerak variatif dengan kecenderungan dominasi pelemahan terhadap greenback.
Peso Filipina tercatat memimpin koreksi terdalam dengan penurunan 0,35 persen. Diikuti oleh ringgit Malaysia yang merosot 0,16 persen dan won Korea Selatan yang melemah 0,11 persen. Tekanan jual juga menimpa yuan China sebesar 0,07 persen, sementara yen Jepang terkikis 0,03 persen, dan dolar Hong Kong mengalami pelemahan tipis 0,02 persen.
Kontras dengan tren pelemahan, beberapa mata uang di Asia berhasil mencatatkan penguatan. Baht Thailand menjadi yang paling perkasa dengan lonjakan 0,12 persen. Dolar Taiwan juga menunjukkan kenaikan 0,09 persen, serta dolar Singapura yang menguat tipis 0,02 persen terhadap dolar AS.
Dinamika pasar mata uang ini menjadi perhatian para pelaku ekonomi, sebagaimana dilaporkan oleh chapnews.id. Pergerakan rupiah dan mata uang regional lainnya akan terus dipantau seiring dengan perkembangan sentimen pasar global dan kebijakan moneter.
Oleh: Rohman Wibowo
Jumat, 24 April 2026 | 10:14 WIB



