Ads - After Header

Rupiah Loyo di Akhir Juni: Isu Timur Tengah Jadi Biang Kerok?

Ahmad Dewatara

Chapnews – Ekonomi – Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan pelemahan signifikan di penghujung Juni 2026. Mata uang Garuda ditutup anjlok 56 poin atau sekitar 0,31 persen ke level Rp17.907 per dolar AS pada perdagangan Selasa (30/6/2026). Pelemahan ini disebut-sebut dipicu oleh sentimen eksternal yang kompleks, terutama terkait dinamika geopolitik di Timur Tengah.

Analis pasar uang, Ibrahim Assuaibi, menjelaskan bahwa pasar global tengah mencermati dengan saksama potensi pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran di Doha. Diskusi ini berlangsung di tengah ketegangan yang meningkat, menyusul serangan rudal akhir pekan dari kedua belah pihak yang menguji gencatan senjata yang telah disepakati sebelumnya.

Rupiah Loyo di Akhir Juni: Isu Timur Tengah Jadi Biang Kerok?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Dalam risetnya, Ibrahim mengutip pernyataan Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, yang menyebutkan bahwa para ahli dari Iran dan Oman akan memulai pembicaraan dalam beberapa hari mendatang. Pembicaraan tersebut bertujuan untuk mendefinisikan ulang jalur transit melalui Selat Hormuz. Iran juga berencana untuk menghalangi kapal-kapal yang berada di luar jalur yang telah ditentukan, menambah kompleksitas situasi di salah satu jalur pelayaran minyak terpenting dunia.

Namun, ketidakpastian menyelimuti pertemuan tersebut. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, membantah akan adanya pertemuan negosiasi tingkat tinggi dengan pihak Amerika dalam waktu dekat. Presiden AS, Donald Trump, juga memberikan pernyataan ambigu, "Pertemuan di Doha mungkin penting, mungkin juga tidak. Kita akan mengetahuinya," ujarnya kepada wartawan di Ruang Oval.

Kondisi serba tidak pasti ini menyoroti kerapuhan kesepakatan 17 Juni yang bertujuan menghentikan pertempuran. Pergolakan ini tidak hanya mengganggu aliran minyak global melalui Selat Hormuz, tetapi juga menimbulkan tantangan politik serius bagi Trump menjelang pemilihan kongres November mendatang. Perlu dicatat, Israel belum bergabung dalam pembicaraan damai AS-Iran dan memilih untuk menjaga jarak dari kesepakatan tersebut. Pasar keuangan global kini menanti perkembangan selanjutnya dari situasi geopolitik yang bergejolak ini, yang berpotensi terus memengaruhi pergerakan nilai tukar mata uang, termasuk rupiah.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer