Chapnews – Nasional – Terjaring operasi tangkap tangan (OTT) yang menghebohkan, Bupati Muara Enim, H. Edison, akhirnya tiba di markas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung Merah Putih, Jakarta, pada Selasa pagi. Kedatangan orang nomor satu di Muara Enim ini menjadi sorotan setelah ia diamankan dalam operasi senyap yang berlangsung pada 7-8 Juni lalu.
Sekitar pukul 08.51 WIB, Edison terlihat memasuki kompleks gedung dwiwarna tersebut. Dengan pengawalan ketat dari petugas KPK dan aparat kepolisian, ia memilih bungkam seribu bahasa, tak merespons satupun pertanyaan yang dilontarkan awak media yang telah menanti sejak pagi. Tanpa basa-basi, rombongan langsung mengarah ke lantai 2, tempat pemeriksaan intensif telah menanti untuk mendalami keterlibatannya dalam dugaan kasus korupsi.

Tak hanya Edison, beberapa individu lain yang turut diamankan dalam operasi senyap KPK pada 7-8 Juni lalu juga terlihat tiba untuk menjalani proses hukum. Operasi yang digelar di dua lokasi berbeda, Jakarta dan Sumatera Selatan, ini berhasil menjaring total sepuluh orang. Lima di antaranya merupakan pejabat dari lingkungan Pemerintah Kabupaten Muara Enim, termasuk sang bupati. Sementara lima lainnya berasal dari sektor swasta.
Sebagai bukti awal, tim penindakan KPK juga berhasil mengamankan uang tunai senilai ratusan juta rupiah yang diduga terkait dengan tindak pidana korupsi. Menyusul serangkaian penangkapan tersebut, KPK segera menggelar ekspose atau gelar perkara pada Senin malam (8/6). Dari hasil ekspose tersebut, berdasarkan kecukupan bukti permulaan yang terkumpul, lembaga antirasuah ini memutuskan untuk menaikkan status perkara dari tahap penyelidikan ke penyidikan.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, dalam keterangan resminya pada Selasa (9/6), menegaskan bahwa pihaknya telah menetapkan para pihak yang terlibat sebagai tersangka. Proses hukum lebih lanjut akan segera bergulir untuk mengungkap tuntas jaringan dan modus operandi di balik kasus yang menyeret Bupati Muara Enim ini.


