Chapnews – Ekonomi – Surabaya tengah dihebohkan dengan fenomena tak biasa yang menjadi viral di media sosial. Sejumlah mal mewah di kota pahlawan ini kini terlihat dipagari dengan besi tinggi, memicu berbagai spekulasi di kalangan masyarakat. Namun, pihak pengelola, Pakuwon Group, akhirnya angkat bicara, menjelaskan bahwa langkah ini diambil demi meningkatkan keselamatan pengunjung dan pembaruan fasilitas, bukan karena adanya ancaman keamanan.
Fenomena pemasangan pagar besi setinggi 2,5 meter ini teridentifikasi di empat pusat perbelanjaan ternama di Surabaya. Keempat mal tersebut diketahui berada di bawah naungan Pakuwon Group, sebuah korporasi properti raksasa yang memiliki jejak kuat di industri real estat Indonesia.

Pakuwon Group sendiri merupakan konglomerasi yang dimiliki oleh Alexander Tedja, salah satu orang terkaya di Indonesia. Berdasarkan laporan Forbes pada tahun 2023, kekayaan bersih Alexander Tedja tercatat mencapai USD1,1 miliar atau setara dengan sekitar Rp 19,6 triliun (dengan kurs Rp17.894 kala itu), menjadikannya figur penting dalam daftar 50 Orang Terkaya di Indonesia.
Awalnya, berbagai spekulasi bermunculan terkait motif di balik pemasangan pagar ini, termasuk dugaan adanya kaitan dengan perlambatan ekonomi. Namun, Direktur Pakuwon Group, Sutandi Purnomosidi, membantah tegas spekulasi tersebut. "Emang mau kejadian apa? Surabaya itu kota paling aman, paling nyaman," ujar Sutandi pada Selasa (21/7/2026), menegaskan bahwa tidak ada ancaman keamanan yang mendasari tindakan ini.
Sutandi menjelaskan bahwa alasan utama di balik pemasangan pagar, khususnya di Pakuwon Mall, adalah penyesuaian terhadap perubahan kondisi lalu lintas di sekitar mal. Hal ini terjadi setelah beroperasinya jalan radial yang kini menghubungkan kawasan Pakuwon City dengan Citraland. Perubahan infrastruktur jalan ini secara signifikan mengubah pola pergerakan kendaraan dan pejalan kaki, sehingga pemasangan pagar dianggap perlu untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan pengunjung.


