Chapnews – Ekonomi – Jakarta digemparkan dengan inovasi pemerintah dalam menggenjot implementasi Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Kali ini, program yang biasanya menyasar perumahan warga, kini merambah ke sektor yang tak terduga: renovasi toko-toko milik masyarakat berpenghasilan rendah di kawasan Jakarta yang kondisinya kurang layak.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PKP) menjadi garda terdepan dalam terobosan ini, dengan menerapkan mekanisme Pemilihan Toko Terbuka (PTT). Sistem PTT ini dirancang khusus untuk menjamin penggunaan anggaran negara berjalan secara transparan, efisien, dan akuntabel, sekaligus meminimalisir potensi praktik korupsi.

Di Kelurahan Kalianyar, proses PTT telah sukses diujicobakan di bawah koordinasi Kepala Pusat Pengembangan SDM, Iriyanto. Melalui sistem ini, warga penerima manfaat diberdayakan sepenuhnya untuk menentukan sendiri penyedia bahan bangunan yang mereka inginkan, menciptakan persaingan sehat dan harga yang kompetitif.
Beberapa toko lokal yang turut serta dalam mekanisme PTT ini antara lain Toko Hidup Makmur dan Toko Sinar Bangun Jaya. Hasilnya sungguh mencengangkan, penerapan PTT terbukti mampu menghemat anggaran negara hingga kisaran Rp9 juta.
Menteri PKP, Maruarar Sirait, menegaskan bahwa metode PTT merupakan sebuah terobosan signifikan. "Sistem PTT dilakukan selain berguna untuk efisiensi anggaran, juga dapat digunakan kembali untuk kepentingan rakyat dengan cara yang transparan, baik, benar dan antikorupsi," ujar Maruarar dalam keterangan resminya, Selasa (16/6/2026).
Maruarar juga menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap setiap rupiah dana publik yang dialokasikan dalam Program BSPS. Ia menyerukan agar semua pihak terkait bertanggung jawab penuh dan transparan. "Ini uang negara yang harus diawasi, harus transparan dan tidak boleh korupsi. Ada efisiensi sekitar Rp9 juta, saran saya berikan kepada yang paling miskin dan yang paling tua supaya kita bisa berkeadilan untuk rakyat," tegasnya, menunjukkan komitmen pemerintah untuk keadilan sosial dan integritas program.
(Foto: Menteri Ara – chapnews.id)


