Chapnews – Ekonomi – Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia secara proaktif menjalin kolaborasi strategis dan studi banding dengan delegasi National Bureau of Statistics (NBS) China. Langkah ini diambil guna mengadopsi strategi operasional mutakhir untuk persiapan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026), demikian terungkap dalam sebuah deklarasi yang menandai persiapan Sensus Ekonomi 2026 Provinsi DKI Jakarta di Balai Kota Jakarta.
Menurut Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, inisiatif ini krusial untuk memperkuat metodologi pengumpulan data sektor usaha domestik, memastikan akurasi dan komprehensivitas dalam pelaksanaan SE2026. "Bukan hanya negara berkembang saja yang melakukan Sensus. China, sebagai negara dengan ekonomi raksasa, juga melaksanakan Sensus Ekonomi pada tahun 2024. Kami bahkan telah belajar langsung dari mereka; tim dari BPS China telah hadir di Indonesia baru tahun lalu," jelas Amalia.

Amalia menambahkan bahwa pengalaman Tiongkok sangat berharga, mengingat skala sensus yang mereka lakukan. Merujuk data BPS, Tiongkok mengerahkan lebih dari 2,1 juta petugas sensus yang bekerja intensif dari Januari hingga April 2024. Mereka ditugaskan untuk menyisir setiap unit usaha di seluruh penjuru negeri.
Inovasi signifikan dalam sensus lima tahunan Tiongkok kali ini adalah integrasi langsung survei input-output ke dalam sensus ekonomi nasional. "Mereka berbagi pengalaman dengan kami tentang bagaimana mereka melakukan Sensus Ekonomi di China. Tim dari National Statistic Office-nya China datang langsung kepada kami. Karena China adalah negara yang sangat besar dengan populasi yang masif, mereka mampu menerjunkan 2,1 juta petugas sensus pada tahun 2024. Bandingkan dengan kami yang baru-baru ini menerjunkan 251.000 petugas sensus di Indonesia," papar Amalia, sebagaimana dikutip dari chapnews.id.
Selain menyoroti praktik Tiongkok, BPS juga menegaskan bahwa komitmen serupa dalam melaksanakan sensus ekonomi secara konsisten setiap lima tahun sekali juga dijalankan oleh berbagai negara maju lainnya, menandakan pentingnya data ekonomi yang akurat dan terbarukan bagi pembangunan nasional.


