Chapnews – Ekonomi – Pemerintah Indonesia menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) nasional melalui serangkaian program strategis. Inisiatif ini dirancang untuk menjangkau berbagai segmen tenaga kerja, mulai dari para lulusan baru yang siap memasuki dunia kerja, alumni sekolah menengah kejuruan (SMK), hingga individu yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK), dengan tujuan utama meningkatkan daya saing ekonomi bangsa di tengah dinamika perubahan teknologi dan kebutuhan industri yang terus berkembang pesat.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menggarisbawahi urgensi penguatan SDM ini sebagai fondasi penting bagi kemajuan ekonomi. Ia menyoroti capaian positif perekonomian nasional. "Indonesia tumbuh sebetulnya dalam semester satu di 5,45 persen dan itu tertinggi dalam 13 tahun terakhir. Indonesia juga berhasil menjaga pertumbuhan di atas 5 persen dalam 13 tahun terakhir, dan kemudian kita berhasil menjaga inflasi juga rendah relatif 2,8 persen. Nah kemudian Bapak Presiden mendorong penguatan SDM," ujar Airlangga dalam keterangan persnya di Jakarta, baru-baru ini.

Untuk merealisasikan visi tersebut, pemerintah telah menyiapkan sejumlah program konkret dengan alokasi dana yang signifikan. Salah satunya adalah program pemagangan berskala besar yang menargetkan 120 ribu hingga 150 ribu lulusan baru. Program ini akan memberikan pengalaman kerja di sektor industri selama enam bulan, dengan dukungan pembayaran upah dari pemerintah yang dialokasikan sebesar Rp4,14 triliun.
Tak hanya itu, sektor pendidikan vokasi juga menjadi fokus utama. Pemerintah mengalokasikan anggaran Rp2,12 triliun untuk program vokasi yang akan membekali 220 ribu lulusan SMK agar siap bersaing di pasar kerja industri. Sementara itu, bagi masyarakat yang kehilangan pekerjaan akibat PHK, disiapkan program pelatihan ulang (retraining) yang bertujuan membekali mereka dengan keterampilan baru, membuka peluang kerja di dalam negeri maupun di kancah internasional.
Airlangga menambahkan, pentingnya penguatan SDM semakin terasa seiring dengan laju perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). AI diproyeksikan akan membawa transformasi fundamental di berbagai sektor ekonomi dan menjadi "game changer" di masa depan. "AI ini adalah salah satu revolusi industri ke depan. Sesudah industri 4.0 dia lari ke AI dan AI aplikasinya sangat luar biasa di berbagai sektor. Jadi ini beberapa game changer yang ada ke depan," pungkasnya, menekankan kesiapan Indonesia menghadapi tantangan dan peluang era digital.


