Chapnews – Ekonomi – Wacana penambahan Golongan III untuk Sigaret Kretek Mesin (SKM) dalam struktur Cukai Hasil Tembakau (CHT) memantik kontroversi. Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) menilai langkah ini kontraproduktif dan justru memperparah masalah.
Beladenta Amalia, Project Lead Tobacco Control CISDI, menyatakan penambahan golongan baru ini akan memperburuk fenomena downtrading. Konsumen beralih ke rokok lebih murah, berdampak negatif pada kesehatan dan penerimaan negara. Struktur CHT yang sudah terdiri dari delapan layer dinilai cukup kompleks. Menambahkan satu layer lagi hanya akan menambah pilihan harga bagi perokok, bukan solusi.

"Penambahan layer SKM Golongan III ini sangat kontraproduktif," tegas Beladenta dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (26/7/2025). Ia menjelaskan, downtrading mengakibatkan penurunan penerimaan negara karena rokok murah otomatis memiliki tarif cukai lebih rendah. "Rokok murah, cukai rendah, pemasukan negara pun rendah karena downtrading. Penerimaan negara tidak akan optimal," tambahnya. CISDI menekankan, fokus seharusnya pada pengendalian konsumsi rokok, bukan menambah kompleksitas sistem cukai yang justru berpotensi meningkatkan peredaran rokok ilegal. Chapnews.id mencoba mengkonfirmasi hal ini kepada Kementerian Keuangan, namun hingga berita ini diturunkan belum mendapatkan tanggapan.


