Chapnews – Ekonomi – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menunjukkan komitmen kuat untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah perbatasan. Sebanyak 15.000 unit rumah yang sebelumnya tidak layak huni akan direvitalisasi menjadi hunian yang sehat dan aman melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Inisiatif ini secara khusus menyasar daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang menjadi garda terdepan negara.
Menteri PKP, Maruarar Sirait, yang akrab disapa Ara, menegaskan bahwa pemetaan lokasi program BSPS di kawasan perbatasan telah divalidasi secara cermat dengan data dari Badan Pusat Statistik (BPS). Program ambisius ini akan menjangkau 17 provinsi dan 40 kabupaten/kota yang tersebar di sepanjang garis perbatasan langsung dengan tujuh negara tetangga, serta mencakup pulau-pulau terluar dan pulau kecil terluar yang strategis.

"Kawasan perbatasan adalah beranda terdepan negara. Kami bertekad agar masyarakat di wilayah ini dapat menikmati hunian yang layak, sehat, dan aman," ungkap Ara pada Jumat (24/4/2026). Ia menambahkan bahwa upaya ini bukan sekadar memperbaiki fisik bangunan, melainkan juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup serta memperkuat ketahanan sosial ekonomi komunitas di perbatasan.
Ara juga menekankan pentingnya percepatan pelaksanaan program di lapangan, dengan target memulai upaya revitalisasi dalam 1 hingga 2 bulan ke depan. Harapannya, dampak positif dari kebijakan ini dapat segera dirasakan oleh masyarakat. Wilayah yang menjadi fokus perbaikan hunian ini meliputi perbatasan darat dan laut dengan Malaysia, Filipina, Timor Leste, Australia, Papua Nugini, Republik Palau, hingga Thailand. Selain itu, pulau-pulau terluar seperti Simeulue, Kepulauan Mentawai, dan Pulau Enggano juga masuk dalam daftar prioritas.
Sebagai informasi, Kementerian PKP mengelola anggaran sekitar Rp10 triliun. Dari jumlah tersebut, lebih dari 80 persen atau sekitar Rp8 triliun dialokasikan untuk program BSPS secara keseluruhan, yang menargetkan perbaikan sekitar 400.000 unit rumah di seluruh Indonesia. Program di kawasan perbatasan ini merupakan bagian integral dari komitmen besar tersebut.
[Penulis: Feby Novalius]
Berita ekonomi terkini dan terpercaya dapat Anda temukan di chapnews.id. Dapatkan wawasan mendalam mengenai tren pasar, kebijakan ekonomi, dan dinamika finansial baik di Indonesia maupun kancah global.


