Chapnews – Nasional – Jakarta – Taman Margasatwa Ragunan di Jakarta Selatan menjadi magnet utama liburan awal tahun 2026, mencatat lonjakan pengunjung yang luar biasa. Sebanyak 113.398 wisatawan memadati area kebun binatang ikonik ini pada tanggal 1 Januari 2026, menjadikannya puncak kunjungan selama periode libur akhir tahun.
Juru Bicara Taman Margasatwa Ragunan, Wahyudi Bambang, mengungkapkan bahwa angka fantastis ini melampaui ekspektasi. "Puncak kunjungan terjadi pada 1 Januari 2026 ini dengan jumlah pengunjung mencapai 113.398 orang," ujar Bambang kepada awak media, Kamis (1/1), seperti dikutip dari Antara. Ia menambahkan, total pengunjung yang datang sejak 23 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026 mencapai 408.755 orang. Prediksi awal yang berkisar antara 80.000 hingga 100.000 pengunjung pada hari pertama 2026 berhasil dilewati. "Alhamdulillah melebihi prediksi," imbuhnya.

Data pengelola menunjukkan pola kunjungan yang dinamis sepanjang periode libur. Menjelang Hari Raya Natal, jumlah pengunjung mulai merangkak naik, dari 13.772 orang pada 23 Desember 2025 menjadi 14.707 orang pada 24 Desember. Lonjakan drastis terjadi pada Hari Natal, 25 Desember 2025, dengan 50.933 pengunjung. Setelah sempat menurun pada 26 Desember (27.753 orang), angka kembali melonjak pada 27 dan 28 Desember 2025, masing-masing mencapai 48.545 dan 77.497 pengunjung. Memasuki penghujung tahun, kunjungan tercatat 15.311 pada 29 Desember, 31.622 pada 30 Desember, dan 14.217 pada 31 Desember 2025, sebelum akhirnya meledak pada momen pergantian tahun.
Lonjakan pengunjung yang signifikan ini turut membawa tantangan, terutama terkait pengaturan lalu lintas. Manajemen Taman Margasatwa Ragunan berencana melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi lalu lintas, khususnya pasca-kemacetan di pintu utara pada hari pertama Tahun Baru. "Tentu kita akan evaluasi, terutama pengaturan distribusi lalu lintas yang mungkin akan kita pertimbangkan lagi," jelas Bambang. Ia menyoroti kurangnya pendistribusian pengunjung ke pintu barat sebagai jalur masuk alternatif saat terjadi penumpukan di utara.
Ke depannya, pihak Ragunan akan berkoordinasi dengan kepolisian untuk merancang skema pembagian jalur masuk yang lebih efektif, agar tidak hanya terpusat di satu titik. Saat ini, Pintu Utara dan Pintu Barat berfungsi sebagai jalur masuk, sementara Pintu Timur dan Pintu Selatan dikhususkan untuk jalur keluar guna menghindari arus silang dan kemacetan.
Dengan luas 147 hektare, Ragunan bukan hanya rumah bagi lebih dari 2.009 ekor satwa dan ditumbuhi lebih dari 20.000 pohon, tetapi juga merupakan identitas penting bagi Kota Jakarta. Tingginya angka kunjungan ini menegaskan kembali posisi Ragunan sebagai salah satu destinasi favorit masyarakat untuk merayakan libur akhir tahun dan menyambut pergantian tahun.


