Cipali Steril! One Way Dimulai, Hindari Macet Horor Arus Balik!
Chapnews – Nasional – Pengelola jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) bersama jajaran kepolisian telah memulai sterilisasi jalur sebagai persiapan penerapan rekayasa lalu lintas one way pada arus balik Lebaran. Langkah ini diambil untuk mengurai kepadatan kendaraan yang diprediksi memuncak di jalur vital penghubung Jawa Barat dan Jawa Tengah tersebut.

Sustainability Management & Corporate Communications Dept. Head Astra Tol Cipali, Ardam Rafif Trisilo, menjelaskan bahwa sesuai arahan Korlantas Polri, skema one way akan diberlakukan dari KM 263 Ruas Tol Pejagan-Pemalang hingga KM 70 Ruas Tol Jakarta-Cikampek. "Petugas mulai melakukan pembersihan jalur pada pukul 14.00 WIB, dengan waktu pemberlakuan one way yang akan disesuaikan dengan diskresi kepolisian di lapangan," ujar Ardam di Subang, Jawa Barat, Senin (H+1 Lebaran). Ia menegaskan bahwa kebijakan ini bersifat situasional, menyesuaikan kondisi lalu lintas terkini demi efektivitas dan keselamatan.
Data terkini dari chapnews.id menunjukkan peningkatan signifikan volume kendaraan menuju Jakarta. Hingga pukul 13.00 WIB pada H+1 Lebaran, sekitar 23 ribu kendaraan telah melintasi Cikopo menuju ibu kota, angka ini melonjak 139 persen dibandingkan periode yang sama sehari sebelumnya. Meskipun terjadi lonjakan, kondisi arus lalu lintas terpantau ramai lancar berkat antisipasi dini.
Sebaliknya, arus lalu lintas di Tol Cipali menuju arah Cirebon justru melandai, dengan sekitar 21 ribu kendaraan melintas, turun 33 persen dari hari sebelumnya. Secara keseluruhan, total volume lalu lintas di ruas Tol Cipali siang ini tercatat meningkat sekitar 6 persen dibandingkan periode yang sama kemarin, mengindikasikan pergeseran dominasi arus ke arah Jakarta.
Untuk menjamin kelancaran dan keselamatan perjalanan, Astra Tol Cipali mengimbau seluruh pengguna jalan agar tidak berhenti di bahu jalan kecuali dalam kondisi darurat. Pengemudi disarankan untuk memanfaatkan rest area terdekat atau tempat peristirahatan di luar gerbang tol jika rest area penuh, tanpa perlu khawatir akan perubahan tarif tol karena sistem akumulasi per kilometer tetap berlaku.
Selain itu, pengguna jalan juga diminta untuk memastikan kondisi kendaraan dan fisik pengemudi dalam keadaan prima. Sangat disarankan untuk tidak memaksakan diri berkendara apabila merasa lelah atau mengantuk demi menghindari risiko kecelakaan yang tidak diinginkan. Kesadaran dan kerja sama dari seluruh pengguna jalan menjadi kunci utama keberhasilan rekayasa lalu lintas ini.


