Chapnews – Nasional – Presiden RI terpilih, Prabowo Subianto, dikabarkan berencana terbang ke Teheran, Iran, bersama seorang pemimpin dari Pakistan. Misi penting ini bertujuan untuk mencegah eskalasi konflik yang semakin memanas di kawasan Timur Tengah. Informasi mengejutkan ini diungkapkan oleh Jimly Asshidiqie usai menghadiri pertemuan antara Prabowo dengan sejumlah ulama di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis malam.
Menurut Jimly, Prabowo menerima telepon dari pimpinan Pakistan – yang diidentifikasi sebagai Presiden Pakistan – yang mengajaknya untuk bersama-sama menuju Teheran. Tujuannya jelas: meredakan ketegangan dan mencegah konflik yang lebih besar agar tidak meluas.

Jimly menegaskan bahwa peran yang akan diambil Prabowo bukanlah sebagai mediator dalam konflik Israel-Iran setelah insiden penyerangan. Sebaliknya, ini adalah upaya proaktif Indonesia untuk mengambil peran signifikan dalam geopolitik global, khususnya dalam menurunkan eskalasi dan mencegah serangan lanjutan yang berpotensi terjadi.
"Ini bukan mendamaikan orang yang baru dibunuh, bukan begitu. Tapi untuk menurunkan eskalasi dan mencegah serangan lagi dari Israel," jelas Jimly, menggarisbawahi pentingnya langkah preventif ini. Ia menambahkan bahwa upaya ini juga bukan dalam konteks menawarkan perdamaian pasca-insiden yang telah terjadi, melainkan fokus pada pencegahan eskalasi lebih lanjut.
Di tengah rencana tersebut, Sekretaris Majelis Syuro Front Persaudaraan Islam (FPI), Muhammad Hanif Alatas, menyampaikan amanat dari Habib Rizieq Shihab. FPI meminta agar Prabowo Subianto secara terbuka menyampaikan dukungan dan belasungkawa kepada Iran. Menurut Hanif, ucapan belasungkawa melalui surat atau hanya mengutus Menteri Luar Negeri saja tidaklah cukup, mengingat Iran adalah negara sahabat yang kini membutuhkan dukungan dalam membela kedaulatannya dari serangan.
"Iran butuh didukung dalam hal membela kedaulatannya, dia sedang diserang, dia bela kedaulatannya ya sebagaimana kita pengen tidak ada penjajahan di atas muka bumi, saya rasa sikap Iran untuk membela kedaulatannya perlu untuk di-support," tegas Hanif, menekankan pentingnya solidaritas Indonesia terhadap kedaulatan Iran.
Langkah diplomatik yang akan diambil Prabowo ini menandai ambisi Indonesia untuk berperan lebih aktif dalam menjaga perdamaian dan stabilitas global, khususnya di tengah krisis yang melanda Timur Tengah.


