Chapnews – Nasional – Warga Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali, dihebohkan oleh beredarnya video di media sosial yang menampilkan dua pria sedang membakar dan memasak seekor anjing. Aksi kontroversial ini sontak memicu reaksi keras dan membuat pihak kepolisian bergerak cepat untuk menelusuri kebenarannya.
Video yang viral tersebut memperlihatkan adegan dua individu yang tengah mengolah seekor anjing dengan cara dibakar dan kemudian dimasak. Unggahan ini dengan cepat menyebar dan menimbulkan keresahan serta kecaman dari berbagai pihak di jagat maya, terutama para pecinta hewan.

Menanggapi kegaduhan yang terjadi, Kapolsek Nusa Penida, Kompol I Ketut Kesuma Jaya, menyatakan bahwa pihaknya tidak tinggal diam. "Kami langsung menindaklanjuti informasi yang beredar di media sosial dengan melakukan penyelidikan secara cepat dan terukur. Langkah ini kami ambil untuk memastikan situasi tetap kondusif serta mencegah timbulnya persepsi negatif, khususnya di wilayah pariwisata seperti Nusa Penida," jelas Kompol Kesuma Jaya pada Jumat (3/4).
Hasil penelusuran kepolisian mengungkap bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (24/3) sekitar pukul 17.00 WITA. Lokasinya berada di sebuah gubuk kosong yang terletak di pinggir pantai Desa Ped, Kecamatan Nusa Penida.
Dua pria yang terlibat dalam insiden tersebut diidentifikasi dengan inisial AE (22) dan DK (31). Keduanya diketahui merupakan warga pendatang yang berdomisili sementara di Desa Ped. Dari keterangan yang berhasil dihimpun, terungkap bahwa tindakan tersebut dilakukan terhadap hewan peliharaan mereka sendiri yang telah mati sebelum diolah.
Setelah dimintai klarifikasi, kedua pelaku mengakui perbuatannya. Mereka juga menyatakan penyesalan dan menyadari bahwa unggahan video tersebut telah menimbulkan keresahan serta kegaduhan di tengah masyarakat. AE dan DK pun telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Pihak kepolisian juga memberikan peringatan tegas kepada keduanya agar tidak mengulangi perbuatan serupa di kemudian hari.
Lebih lanjut, Kompol Kesuma Jaya mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial. "Kami mengajak seluruh masyarakat untuk lebih bijak dalam bermedia sosial, tidak mudah menyebarkan konten yang belum tentu dipahami secara utuh, serta selalu mempertimbangkan dampak yang dapat ditimbulkan, baik terhadap ketertiban umum maupun citra daerah," pungkasnya, mengingatkan pentingnya menjaga etika digital demi keharmonisan sosial dan citra pariwisata Bali.


