Chapnews – Nasional – Warga Dusun Paras, Desa Turipinggir, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, digegerkan oleh penemuan mayat pria tanpa busana pada Minggu (12/4) siang. Jasad tak dikenal tersebut ditemukan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Mrican atau Sungai Sekunder Turi Baru, dalam kondisi yang sangat mengenaskan dengan luka-luka mengerikan, terutama di bagian leher.
Penemuan mengejutkan ini terjadi sekitar pukul 11.00 WIB, ketika seorang petani setempat melintas dan melihat sesosok tubuh tersangkut di sungai. Korban ditemukan dalam posisi tengkurap, tanpa sehelai benang pun, dan langsung memicu kehebohan di kalangan masyarakat sekitar yang tak mengenalinya.

Kapolres Jombang, AKBP Ardi Kurniawan, membenarkan adanya temuan luka pada area wajah dan leher korban. "Ada dugaan luka pada leher dan pipi," ungkap Ardi pada Senin (13/4). Namun, pihak kepolisian belum dapat menyimpulkan secara pasti penyebab kematian pria tersebut. Mereka masih menunggu hasil autopsi untuk memastikan apakah kematian ini wajar, tenggelam, atau ada indikasi tindak pidana.
Tim forensik RSUD Jombang saat ini masih berupaya keras melakukan proses autopsi guna memastikan asal-muasal luka sadis, khususnya di bagian leher, apakah diakibatkan oleh senjata tajam atau faktor lain. Selain itu, pihak kepolisian juga telah menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) lanjutan untuk mengumpulkan bukti dan keterangan dari para saksi.
Berdasarkan pemeriksaan awal, pria yang diperkirakan berusia 30 tahun itu diduga meninggal kurang dari 24 jam sebelum jasadnya ditemukan. Ardi menambahkan, ada indikasi kuat bahwa korban bukan warga setempat. "Perlu diketahui aliran sungai Mrican ini tajam sampai Kediri. Bisa jadi ini dugaannya bukan warga Megaluh (Jombang) tapi terbawa arus sungai. Warga sekitar TKP tidak mengenal yang bersangkutan," jelasnya, memperkuat dugaan bahwa korban berasal dari luar daerah dan hanyut terbawa arus deras.
Satreskrim Polres Jombang terus melakukan pendalaman intensif untuk mengungkap kasus ini secara benderang, termasuk mencari identitas dan keluarga korban. "Yang pasti kita berupaya maksimal untuk memberikan keadilan kepada korban," tegas Ardi. Pihak kepolisian berharap hasil penyelidikan chapnews.id segera terungkap, apakah kematian pria misterius ini disebabkan oleh faktor alami, tenggelam, atau menjadi korban tindak pidana keji.



