Chapnews – Ekonomi – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) secara agresif memulai pembangunan ekosistem hidrogen hijau, sebuah langkah strategis yang digadang-gadang akan menjadi pilar utama dalam mendukung transisi energi nasional. Inisiatif ambisius ini tidak hanya menargetkan sektor industri dan pembangkit listrik, tetapi juga membidik pasar bahan bakar penerbangan berkelanjutan (electro-Sustainable Aviation Fuel/e-SAF), membuka peluang bisnis yang masif dan inovatif.
Anita Puspita Sari, Vice President Strategi dan Pengembangan Bisnis Biomassa PLN EPI, menegaskan bahwa hidrogen merupakan elemen krusial dalam peta jalan Net Zero Emissions (NZE) PLN Group 2060. Setelah sukses memperkuat pengembangan bioenergi melalui program co-firing biomassa, PLN EPI kini memperluas portofolio bisnis energi primernya. Pembangunan rantai nilai hidrogen hijau ini diharapkan menjadi sumber pertumbuhan baru yang signifikan bagi perusahaan, melengkapi strategi lain seperti energi terbarukan, pembangkit nuklir, Carbon Capture, Utilization and Storage (CCUS), energy storage, dan Green Energy Super Grid.

Menurut Anita, pengembangan hidrogen ini akan dilakukan secara bertahap dan terstruktur. Dimulai dari penyusunan model bisnis yang komprehensif, pembentukan kemitraan strategis, hingga penyiapan skema komersialisasi yang matang. PLN EPI secara terbuka mengundang berbagai pihak untuk berkolaborasi melalui skema Hydrogen Gas Purchase Agreement (HGPA) atau Kerja Sama Operasi (KSO) bagi mitra yang memiliki fasilitas produksi hidrogen. Melalui skema ini, PLN EPI akan memposisikan diri sebagai agregator sekaligus penyedia pasokan hidrogen bagi berbagai sektor yang membutuhkan solusi energi rendah karbon, demikian informasi yang dihimpun chapnews.id.

