Ads - After Header

Ahmad Dewatara

Misteri Kematian Sutrimo Terkuak? Ekshumasi Gegerkan Banyumas!

Chapnews – Nasional – Kematian Sutrimo, sosok yang disebut-sebut sebagai Kepala Rumah Tangga (Karumga) mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah, terus menyisakan misteri. Kejanggalan seputar wafatnya Sutrimo mendorong Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya untuk melakukan langkah ekshumasi atau pembongkaran makam. Proses ini berlangsung di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Banyumas, Jawa Tengah, kemarin, dalam upaya mencari titik terang penyebab kematiannya. Sebelumnya, Sutrimo ditemukan tak bernyawa dengan mulut berbusa di depan sebuah klinik kecantikan di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Saat ekshumasi dilakukan, pihak keluarga korban diwakili oleh kuasa hukum mereka, Aan Rohaeni. Aan, yang hadir langsung di lokasi, mengungkapkan kondisi jenazah Sutrimo masih dalam keadaan utuh dan baik saat diangkat dari liang lahat. "Saya sempat melihat kondisi jenazah utuh, masih dalam kondisi baik. Hanya di bagian perut sedikit membesar," ujar Aan kepada wartawan di lokasi, seperti dikutip dari chapnews.id. Ia menambahkan, keluarga sepenuhnya menyerahkan hasil pemeriksaan kepada tim dokter forensik, berharap dapat menemukan kepastian mengenai penyebab kematian Sutrimo yang simpang siur.

Tim forensik gabungan melakukan tiga tahapan pemeriksaan komprehensif: pembongkaran makam, pemeriksaan luar jenazah, dan pemeriksaan bagian dalam. Sejumlah ahli turut dilibatkan, mulai dari dokter forensik medikolegal, laboratorium forensik, toksikologi, ahli DNA, hingga histopatologi anatomi. Sampel yang diambil dari jenazah akan dianalisis di laboratorium untuk membantu menentukan cara dan sebab kematian. Brigjen Dr dr Sumy Hastry Purwanti, Karolabdokkes Pusdokkes Polri, menyatakan bahwa tim belum dapat menyimpulkan penyebab kematian dari pemeriksaan awal. Hasil kajian sampel diperkirakan baru akan rampung dalam dua hingga tiga pekan ke depan.

Di sisi lain, tim kuasa hukum Febrie Adriansyah, Firman Wijaya dan Febrie Diansyah, meminta agar meninggalnya Sutrimo tidak dikaitkan dengan perkara hukum yang sedang ditangani Kejaksaan Agung. Mereka menegaskan bahwa Sutrimo diketahui sudah lama mengidap sakit dan menjalani pengobatan. Keluarga Febrie juga menyampaikan duka cita mendalam dan meminta publik untuk tidak berspekulasi, melainkan menunggu informasi resmi dari Polda Metro Jaya. Firman Wijaya juga membantah status Sutrimo sebagai Karumga, menjelaskan bahwa almarhum lebih banyak bertugas menjaga rumah kosong dan kerap pulang kampung atau mengambil pekerjaan lain, sehingga tidak terus-menerus bekerja dengan Febrie.

Dengan dilakukannya ekshumasi ini, diharapkan segala spekulasi dan informasi simpang siur terkait kematian Sutrimo dapat terjawab, memberikan kejelasan bagi keluarga dan publik yang menanti hasil penyelidikan resmi.


Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer