Ads - After Header

Gempa Kuat Guncang Sumba Barat Daya

Ahmad Dewatara

Chapnews.id – Bencana gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,1 melanda wilayah Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang mengakibatkan kerusakan bangunan di sejumlah titik. Berdasarkan laporan terbaru, guncangan hebat tersebut telah merusak sedikitnya 20 unit rumah milik warga serta beberapa fasilitas umum dan tempat ibadah.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengungkapkan bahwa dampak kerusakan bangunan tersebar di beberapa desa, antara lain Desa Waikadada, Weerena, Bondo Kodi, dan Homba Karipit. Dari total 20 rumah yang terdampak, sebanyak 19 unit mengalami kerusakan ringan, sementara satu unit lainnya dilaporkan mengalami kerusakan kategori sedang.

Gempa Kuat Guncang Sumba Barat Daya
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Kerusakan bangunan ini tersebar di beberapa lokasi utama di Sumba Barat Daya," ujar Berton dalam keterangan resminya pada Minggu (4/10).

Selain pemukiman warga, gempa ini juga berdampak pada fasilitas sosial dan keagamaan. Tercatat ada tiga bangunan tempat ibadah yang mengalami kerusakan ringan, yakni Gereja Pantekosta Victory Billa Cenge, Gereja Pantekosta Jata Ngedo Bila Cenge, dan Gereja Katedral Waitabula. Selain itu, satu bangunan sekolah, yakni SDK Manu Toghi, serta satu fasilitas umum berupa Balai KB Desa Wallandimu, juga dilaporkan mengalami kerusakan.

Dampak gempa tidak hanya dirasakan di Sumba Barat Daya. Di Kabupaten Sumba Barat, tercatat ada tiga unit rumah atau asrama milik Koramil yang mengalami kerusakan ringan. Selain itu, dua bangunan KDKMP juga terdampak dengan kondisi plafon jebol serta tembok yang mengalami keretakan.

Terkait korban jiwa, pihak berwenang memastikan tidak ada laporan mengenai korban meninggal dunia maupun luka berat akibat peristiwa ini. Namun, satu orang warga dilaporkan mengalami luka ringan setelah tertimpa reruntuhan bangunan saat guncangan terjadi. Korban tersebut saat ini telah mendapatkan penanganan medis dan menjalani perawatan jalan.

Guncangan gempa ini dirasakan cukup kuat oleh masyarakat di Kabupaten Sumba Barat Daya dan Kabupaten Sumba Barat. Di beberapa wilayah pesisir bagian barat Pulau Sumba, guncangan juga terasa cukup kuat hingga membuat warga sempat berhamburan keluar rumah karena panik. Meski demikian, situasi di lokasi kejadian dilaporkan telah kembali kondusif. Hingga saat ini, otoritas terkait menyatakan tidak ada potensi tsunami akibat gempa tersebut.

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah telah mendirikan posko penanganan bencana awal di Lapangan Makodim 1629/Sumba Barat Daya. Sebanyak 173 personel gabungan telah disiagakan untuk memantau situasi dan memberikan bantuan darurat jika diperlukan. Tim gabungan ini terdiri dari 30 personel Kodim 1613/Sumba Barat, 68 personel Kodim 1629/Sumba Barat Daya, dan 75 personel Yonif TP 930/TT.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun tetap waspada terhadap kemungkinan adanya gempa susulan. Warga juga diminta untuk selalu memantau informasi resmi dari BNPB, BMKG, BPBD, serta instansi terkait lainnya. Selain itu, masyarakat sangat disarankan untuk menghindari bangunan yang telah mengalami kerusakan dan tidak memasuki bangunan yang kondisinya belum dinyatakan aman oleh pihak berwenang.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer