Ads - After Header

Padang Dikepung Banjir Ratusan Warga Dievakuasi

Ahmad Dewatara

Chapnews.id – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kota Padang, Sumatra Barat, sejak Sabtu (10/10), telah memicu bencana banjir yang cukup signifikan. Berdasarkan laporan terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, bencana ini telah berdampak pada ratusan warga dan merendam puluhan hunian di sejumlah titik rawan.

Hingga Sabtu malam pukul 22.45 WIB, data sementara menunjukkan bahwa sebanyak 498 jiwa terdampak langsung oleh luapan air ini. Tidak hanya merendam pemukiman, banjir juga dilaporkan telah merusak beberapa bangunan rumah warga. Tercatat ada sekitar 120 unit rumah yang terendam air, dengan rincian kerusakan yang cukup memprihatinkan di wilayah Kecamatan Kuranji. Di kecamatan tersebut, terdapat empat rumah yang mengalami kerusakan tingkat sedang dan satu unit rumah yang dilaporkan mengalami kerusakan berat.

Padang Dikepung Banjir Ratusan Warga Dievakuasi
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Banjir ini tersebar di beberapa kecamatan utama, di antaranya Kecamatan Kuranji, Koto Tangah, dan Nanggalo. Beberapa kelurahan yang menjadi titik terdampak meliputi Kelurahan Kuranji, Lubuk Minturun, Koto Panjang Ikua Koto, Batipuh Panjang, Tabing Banda Gadang, hingga Gurun Laweh. Selain merendam rumah, bencana ini juga melumpuhkan mobilitas warga setelah akses jalan di kawasan Guo, Kecamatan Kuranji, dilaporkan terputus akibat genangan air yang tinggi.

Tim SAR gabungan bergerak cepat melakukan tindakan penyelamatan di lapangan. Hingga saat ini, sebanyak 238 warga telah berhasil dievakuasi dari lokasi-lokasi yang paling parah terdampak. Tim penyelamat menyisir beberapa titik pemukiman, termasuk melakukan evakuasi terhadap 20 jiwa di Lapau Munggu, 5 jiwa di kawasan Guo, 30 jiwa di Perumahan Abi (Koto Panjang Ikua Koto), 5 jiwa di Kampung Apa, serta evakuasi besar-besaran terhadap 178 jiwa di Perumahan Lumin Park, Kelurahan Lubuk Minturun.

Menanggapi situasi darurat ini, Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh lapisan masyarakat. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan ekstra mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi memicu bencana susulan. Ancaman tidak hanya datang dari banjir kiriman, tetapi juga risiko banjir bandang, tanah longsor, hingga pohon tumbang yang dapat membahayakan keselamatan jiwa.

"Kami mengimbau masyarakat yang tinggal di bantaran sungai, daerah rawan banjir, serta kawasan dengan struktur tanah yang labil untuk terus memantau kondisi lingkungan sekitar. Jika melihat adanya peningkatan debit air yang signifikan, segera menjauhi lokasi berbahaya dan mencari tempat yang lebih aman," tegas Hendri melalui keterangan resminya.

Saat ini, petugas di lapangan masih terus melakukan pemantauan intensif dan membantu proses pemulihan di lokasi terdampak. Warga diharapkan tetap tenang namun selalu siaga terhadap perubahan cuaca yang mendadak. Melansir informasi dari laman resmi @pusdalopskotspadang, koordinasi antarinstansi terus diperkuat guna meminimalisir jatuhnya korban jiwa lebih lanjut.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer