Chapnews – Ekonomi – Kabar gembira datang dari pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, mengumumkan pencairan anggaran sebesar Rp10 triliun yang sebelumnya terhambat. Dana tersebut akan dialokasikan untuk menyelesaikan berbagai proyek infrastruktur yang telah dimulai sejak 2022 hingga 2024, bukan untuk proyek baru.
Sejak awal, pendanaan IKN bersumber dari DIPA Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Seluruh proses pengadaan pun ditangani kementerian tersebut. Dengan tercairkanya anggaran yang sebelumnya diblokir, pembayaran untuk berbagai proyek infrastruktur utama kini dapat dilanjutkan.

Proyek-proyek yang akan diprioritaskan meliputi pembangunan jalan tol IKN, Istana Wakil Presiden, Masjid Negara, sistem pengolahan limbah, dan infrastruktur jalan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) 1A. Basuki menegaskan, semua proyek tetap berada di bawah kendali Kementerian PUPR hingga proses transisi ke OIKN rampung.
Beberapa proyek besar yang telah berjalan sejak 2022, seperti Istana Negara, Istana Garuda, dan gedung Sekretariat Presiden, akan terus dikebut penyelesaiannya. Begitu pula kompleks perkantoran Kemenko yang ditargetkan selesai pada pertengahan 2025 dan mampu menampung sekitar 9.465 Aparatur Sipil Negara (ASN). Pencairan dana Rp10 triliun ini menjadi angin segar bagi percepatan pembangunan IKN.



