Ads - After Header

Bahaya Kabut Asap Picu Ratusan Kecelakaan di Kalteng

Ahmad Dewatara

Chapnews.id – Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah (Kalteng) ternyata membawa dampak serius bagi keselamatan pengguna jalan. Berdasarkan data terbaru dari Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Kalteng, tercatat sebanyak 300 kasus kecelakaan lalu lintas terjadi sepanjang periode Juli hingga September 2026.

Kondisi jarak pandang yang terbatas akibat kepulan asap tebal diduga menjadi salah satu faktor pemicu meningkatnya risiko kecelakaan di jalan raya. Meskipun secara statistik terdapat sedikit penurunan angka kecelakaan dibandingkan periode sebelumnya, situasi di lapangan tetap menunjukkan tingkat kerawanan yang tinggi bagi para pengendara.

Bahaya Kabut Asap Picu Ratusan Kecelakaan di Kalteng
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Direktur Lalu Lintas Polda Kalteng, Kombes Pol Yusep Dwi Prasetiya, mengungkapkan bahwa pada triwulan ketiga tahun 2026 ini, jumlah kecelakaan mencapai angka 300 kejadian. Jika dibandingkan dengan triwulan kedua yang mencatatkan 305 kejadian, terdapat penurunan tipis sebanyak lima kasus. Namun, ia menekankan bahwa penurunan angka ini tidak boleh membuat masyarakat lengah.

"Pada triwulan III 2026, tercatat 300 kejadian kecelakaan lalu lintas. Dari angka tersebut, terdapat 61 orang korban meninggal dunia, 33 orang mengalami luka berat, dan 354 orang mengalami luka ringan," ujar Kombes Pol Yusep dalam keterangannya, sebagaimana dilansir melalui chapnews.id.

Ada sebuah anomali yang cukup mengkhawatirkan dalam data tersebut. Meski jumlah total kecelakaan dan korban meninggal dunia mengalami penurunan tipis, jumlah korban luka berat justru menunjukkan tren kenaikan. Pada triwulan kedua, korban luka berat tercatat sebanyak 25 orang, namun melonjak menjadi 33 orang pada triwulan ketiga. Hal ini mengindikasikan bahwa kecelakaan yang terjadi cenderung memiliki dampak benturan yang lebih fatal.

Dari sisi kerugian materiil, kecelakaan yang terjadi selama periode Juli hingga September 2026 ini diperkirakan menelan kerugian mencapai Rp 808,075 juta. Angka ini menunjukkan penurunan yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan kerugian pada triwulan sebelumnya yang menyentuh angka Rp 1,265 miliar.

Menanggapi situasi ini, pihak kepolisian terus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra, terutama saat berkendara di tengah kepungan kabut asap. Yusep menegaskan bahwa keselamatan pengguna jalan adalah tanggung jawab bersama yang tidak boleh ditawar.

"Meskipun jumlah kecelakaan dan beberapa kategori korban mengalami penurunan dibandingkan triwulan sebelumnya, keselamatan pengguna jalan tetap harus menjadi perhatian utama kita semua," tegasnya.

Ia juga memberikan sejumlah instruksi keselamatan bagi para pengendara. Masyarakat diminta untuk selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas, memastikan kendaraan dalam kondisi prima, serta menggunakan perlengkapan keselamatan seperti helm bagi pengendara motor dan sabuk pengaman bagi pengemudi mobil. Selain itu, pengendara dilarang keras menggunakan ponsel saat berkendara dan diminta untuk tidak memaksakan diri jika kondisi fisik sedang tidak fit. Menjaga jarak aman dan kecepatan kendaraan juga menjadi kunci utama agar terhindar dari kecelakaan fatal di tengah kondisi jalan yang tidak ideal akibat polusi asap.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer