Chapnews – Nasional – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Sosial akan menyalurkan bantuan finansial sebesar Rp5 juta per keluarga kepada para penyintas bencana banjir dan tanah longsor di Pulau Sumatra. Bantuan ini ditujukan khusus untuk pemberdayaan masyarakat dan memulihkan kembali roda ekonomi mereka yang terdampak. Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, mengumumkan kebijakan ini setelah rapat koordinasi di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Jakarta, pada Rabu (7/1).
Gus Ipul menjelaskan bahwa dukungan finansial ini diharapkan dapat menjadi stimulus bagi keluarga-keluarga yang terkena dampak untuk secara bertahap bangkit melalui usaha rintisan atau peningkatan keterampilan. "Indeks dukungannya adalah sebesar Rp5 juta per keluarga," tegasnya, menggarisbawahi komitmen pemerintah dalam membantu pemulihan.

Senada dengan Gus Ipul, Menteri Koordinator Bidang PMK Muhaimin Iskandar, atau Cak Imin, menekankan bahwa bantuan ini merupakan bagian integral dari upaya pemberdayaan masyarakat pasca-rehabilitasi dan rekonstruksi. "Setelah rehabilitasi rekonstruksi, ada namanya Rp5 juta untuk pemberdayaan. Nah pemberdayaan itulah lintas kementerian dan sektor bersama-sama saling bersinergi, menambah, memperkuat," ujar Cak Imin, menyoroti pendekatan multisektoral.
Mekanisme distribusi bantuan akan didasarkan pada data valid yang telah ditandatangani oleh kepala daerah setempat dan diverifikasi oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Pendampingan bagi para penerima manfaat juga akan melibatkan berbagai kementerian. Kementerian Sosial akan memimpin koordinasi, sementara kementerian lain seperti Kementerian UMKM akan mendampingi keluarga yang memiliki usaha mikro, kecil, dan menengah. Bagi pekerja migran, pendampingan akan dilakukan oleh Kementerian P2MI.
Sementara itu, data terbaru dari BNPB per Selasa (6/1) menunjukkan bahwa jumlah korban meninggal akibat bencana ini telah mencapai 1.178 jiwa. Angka pengungsi juga masih signifikan, tercatat 242.174 jiwa. Di wilayah Aceh, sembilan kabupaten/kota masih dalam status tanggap darurat yang diperpanjang, sementara sembilan lainnya, termasuk Aceh Timur, telah memasuki fase transisi darurat. Provinsi Sumatera Utara dan Sumatera Barat kini seluruhnya berada dalam fase transisi darurat, termasuk Kabupaten Agam di Sumatera Barat, menandakan upaya pemulihan yang terus berlanjut.



