Chapnews – Nasional – Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang, mengumumkan bahwa tak ada lagi jemaah umrah asal Indonesia yang masih tertahan di Arab Saudi atau negara-negara transit. Pernyataan ini muncul di tengah meredanya kekhawatiran akibat situasi geopolitik yang sempat memanas di wilayah Teluk. Marwan menegaskan bahwa maskapai penerbangan kini telah kembali beroperasi dengan normal.
"Sudah tidak ada (jemaah yang tertahan). Sekarang kan mereka sudah berani, berani terbang," ujar Marwan kepada wartawan di kompleks parlemen pada Jumat (6/3).

Menurut Marwan, sejumlah maskapai besar seperti Lion Air, Garuda Indonesia, hingga Saudia Airlines, kini telah kembali melayani penerbangan secara rutin. Bahkan, ia memastikan bahwa sebagian jemaah sudah mulai kembali terbang dari Indonesia menuju Arab Saudi. Meskipun pemerintah sebelumnya sempat mengeluarkan imbauan untuk menunda perjalanan, keputusan akhir tetap menjadi hak jemaah dan penyelenggara perjalanan.
Melihat kondisi ini, Marwan menekankan urgensi bagi pemerintah untuk menerbitkan maklumat baru. "Pemerintah harus membuat maklumat baru selain maklumat yang kemarin yang menghimbau tidak berangkat, nyatanya kan berangkat. Kalau sudah berangkat langkah-langkahnya apa," tambahnya, menyoroti kebutuhan akan panduan lebih lanjut bagi jemaah yang tetap memutuskan untuk beribadah.
Sementara itu, laporan dari Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyajikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai pergerakan jemaah. Staf Teknis Haji pada Kantor Urusan Haji Jeddah, M. Ilham Effendy, mengungkapkan bahwa secara kumulatif, sebanyak 14.796 jemaah umrah Indonesia telah terpantau kembali ke Tanah Air. Angka ini terakumulasi dalam periode 28 Februari hingga 5 Maret, sejak eskalasi ketegangan di kawasan Arab mulai terasa.
Teranyar, Ilham menyebutkan bahwa pada Kamis (5/3), pihaknya baru saja mendampingi kepulangan 2.735 jemaah. Seluruh penerbangan yang dipantau pada hari tersebut dilaporkan berjalan sesuai dengan jadwal keberangkatan. Di sisi lain, pada hari yang sama, tercatat 352 jemaah umrah Indonesia justru terpantau tiba di bandara Arab Saudi, menunjukkan bahwa perjalanan ibadah tetap berlangsung.
Meski demikian, Kemenhaj juga mencatat bahwa masih ada 158 jemaah umrah yang tertahan dan sedang dalam proses kepulangan. Mereka tersebar di dua kota suci, Jeddah dan Makkah, menanti penjadwalan ulang penerbangan yang diatur oleh maskapai dan penyelenggara perjalanan mereka.
Ilham pun mengimbau agar jemaah yang masih tertahan untuk terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait. Ia menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memberikan pendampingan serta pelayanan esensial bagi jemaah yang masih tertahan, memastikan mereka dapat kembali ke Tanah Air dengan aman.


