Chapnews – Nasional – Dunia pendidikan Islam di Karawang digegerkan oleh insiden tragis yang menimpa seorang santri berinisial AM (17). Ia diduga menjadi korban penganiayaan brutal, termasuk disiram air panas, setelah dituduh sebagai pelaku begal oleh seorang warga. Peristiwa memilukan ini kini dalam penanganan serius oleh pihak kepolisian.
Insiden mengerikan ini terjadi pada Jumat malam (31/7) sekitar pukul 23.30 WIB di Jalan Cilutung, Desa Kertamulya, Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang. Menurut keterangan Kasi Humas Polresta Karawang, Ipda Cep Wildan, korban AM sebelumnya baru saja menghadiri acara haul di sebuah pondok pesantren di Kecamatan Pedes.

Saat dalam perjalanan pulang menuju rumahnya di Kecamatan Jayakerta, ia melintasi jalanan yang gelap dan sepi. Diduga karena ketakutan, AM terjatuh dari sepeda motornya dan secara spontan meninggalkan kendaraannya untuk menyelamatkan diri.
Tak lama setelah kejadian itu, AM didatangi oleh seorang warga yang belakangan diketahui merupakan oknum sekuriti. Tanpa diduga, santri malang itu langsung dituduh sebagai pelaku begal. Tuduhan tersebut berujung pada tindak kekerasan fisik yang keji, di mana AM diduga kuat disiram dengan air panas oleh terduga pelaku.
Akibat penyiksaan tersebut, AM mengalami luka bakar yang cukup serius di beberapa bagian tubuhnya, meliputi perut, tangan, dan kaki kanannya. Ia kemudian segera dievakuasi ke RS Proklamasi Rengasdengklok pada Sabtu dini hari (1/8) sekitar pukul 00.30 WIB untuk mendapatkan penanganan medis intensif.
Kasi Humas Polresta Karawang, Ipda Cep Wildan, menegaskan bahwa kasus ini sedang dalam penyelidikan mendalam. Pihak kepolisian berkomitmen untuk mengusut tuntas dugaan tindak kekerasan yang dialami AM, termasuk mengidentifikasi dan memproses hukum pihak yang bertanggung jawab atas penyiraman air panas tersebut. Insiden ini menjadi sorotan serius terkait keadilan dan perlindungan bagi warga, khususnya di tengah maraknya isu keamanan.


