Chapnews – Nasional – Kabar duka menyelimuti keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU). KH Imam Aziz, Ketua Dewan Pengawas Jaringan Gusdurian Peduli, meninggal dunia pada Sabtu (12/7). Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Alissa Qotrunnada atau Alissa Wahid, Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian, melalui akun X pribadinya. Dalam unggahannya, Alissa menyebut KH Imam Aziz sebagai "kakak ideologis tertua" dan salah satu murid terbaik Gus Dur. Ia menyampaikan belasungkawa yang mendalam dan mengajak untuk memanjatkan doa.
Alissa Wahid juga turut mengenang kiprah KH Imam Aziz yang begitu besar bagi perkembangan NU dan gerakan Islam progresif di Indonesia. Ia mencatat sejumlah pencapaian penting KH Imam Aziz, di antaranya sebagai pendiri LKiS (Lembaga Kajian Islam dan Sosial), sebuah gerakan anak muda Muslim progresif; pendiri Syarikat, yang aktif dalam upaya rekonsiliasi peristiwa 1965; pendiri Jaringan Gusdurian; dan pendiri Bumi Cendekia, sebuah pesantren modern yang mencetak generasi muda Nahdliyin. Dedikasi dan khidmahnya bagi NU dan bangsa Indonesia selama hidupnya sangatlah monumental.

Berdasarkan informasi dari NU Online, KH Imam Aziz lahir di Pati, Jawa Tengah, pada 29 Maret 1962. Beliau merupakan putra dari KH Abdul Aziz Yasin, seorang Kiai di Pati yang juga murid langsung KH Ali Maksum Krapyak. Semasa kuliah, KH Imam Aziz aktif di organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan lembaga pers mahasiswa Arena. Kiprahnya sebagai tokoh penting gerakan kaum muda NU pun tak perlu diragukan lagi. Kepergian KH Imam Aziz merupakan kehilangan besar bagi NU dan Indonesia. Semoga amal baiknya diterima Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.



